Layanan Aduan dan Aspirasi Pelayanan Publik : www.lapor.go.id

MGMP PAI SMP Polewali Mandar Perkuat Sinergi Guru dan Dinas Pendidikan melalui Sosialisasi Asesmen Moderasi Beragama


26 Sep 2026   Berita

Polewali Mandar, 26 September 2026 — Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMP se-Kabupaten Polewali Mandar menggelar kegiatan silaturahmi dan sosialisasi Asesmen Moderasi Beragama, Sabtu (26/9/2026), bertempat di SMP Negeri 2 Wonomulyo.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, koordinasi, dan sinergi antara guru Pendidikan Agama Islam, MGMP, satuan pendidikan, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar.


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar hadir memenuhi undangan MGMP PAI SMP sekaligus memberikan sambutan dan berdialog dengan para guru PAI yang mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar Bapak H. Arifin Yambas, S.Sos., MM., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pengurus MGMP PAI SMP Kabupaten Polewali Mandar yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Kegiatan seperti ini memiliki arti penting, bukan hanya sebagai forum pertemuan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan, meningkatkan koordinasi antara guru PAI dan Dinas Pendidikan, menyamakan persepsi dalam pelaksanaan program pendidikan, serta meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru,” ungkapnya.


Menurutnya, MGMP merupakan wadah strategis bagi guru untuk saling berbagi pengalaman, mendiskusikan berbagai persoalan pembelajaran, mengembangkan perangkat ajar, serta merumuskan solusi terhadap berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Guru PAI Memiliki Peran Penting dalam Pembentukan Karakter

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan juga menekankan pentingnya peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter peserta didik.

Guru PAI, menurutnya, tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menanamkan nilai-nilai akhlak, kejujuran, tanggung jawab, toleransi, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.

Terlebih di tengah perkembangan teknologi informasi dan arus globalisasi yang semakin cepat, peserta didik menghadapi berbagai informasi, pandangan, dan pengaruh yang tidak semuanya sejalan dengan nilai agama maupun budaya bangsa.

Karena itu, guru PAI dituntut mampu menjadi pendidik, pembimbing, teladan, sekaligus pengarah bagi peserta didik.

“Keteladanan guru sering kali lebih kuat pengaruhnya daripada nasihat yang panjang. Apa yang dilihat, dirasakan, dan dialami oleh peserta didik dari sikap gurunya akan membekas dalam proses pembentukan kepribadian mereka,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat menghadirkan suasana yang mencerahkan, membimbing, memperkuat persaudaraan, serta mendorong peserta didik menjadi pribadi yang baik secara spiritual maupun sosial.


Moderasi Beragama Relevan dengan Tantangan Pendidikan

Salah satu agenda utama kegiatan adalah sosialisasi Asesmen Moderasi Beragama. Materi ini dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan dalam membangun karakter peserta didik di tengah keberagaman masyarakat.

Dalam sambutannya dijelaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti mengurangi ajaran agama, mencampuradukkan keyakinan, ataupun menghilangkan prinsip-prinsip agama.

Moderasi beragama dipahami sebagai upaya memahami dan mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, sekaligus menghargai kemajemukan dalam kehidupan bermasyarakat.

Nilai-nilai tersebut antara lain diwujudkan melalui sikap menghargai perbedaan, menolak kekerasan, menjunjung keadilan, menjaga komitmen kebangsaan, membangun toleransi, serta mengedepankan musyawarah dan persaudaraan.

Sekolah dinilai memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui pembelajaran PAI, kegiatan keagamaan, keteladanan guru, dan budaya sekolah.

Dengan demikian, keberagamaan diharapkan tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku yang menghadirkan kedamaian, kasih sayang, persaudaraan, dan kemaslahatan.

Asesmen Moderasi Beragama juga diharapkan tidak sekadar dipandang sebagai kegiatan pengukuran atau penilaian, tetapi menjadi instrumen untuk melihat sejauh mana nilai-nilai moderasi telah tumbuh dalam diri peserta didik dan lingkungan pendidikan.

Dorong Guru Terus Berinovasi

Kepala Dinas Pendidikan berharap kegiatan MGMP tersebut dapat menghasilkan sejumlah langkah konkret.

Pertama, terbangunnya komunikasi dan sinergi yang semakin baik antara Dinas Pendidikan, MGMP, sekolah, dan guru PAI.

Kedua, meningkatnya pemahaman guru mengenai konsep, tujuan, dan pelaksanaan Asesmen Moderasi Beragama.

Ketiga, lahirnya berbagai gagasan inovatif dalam pembelajaran PAI yang sesuai dengan perkembangan zaman, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dan karakter kebangsaan.

Keempat, semakin kuatnya komitmen bersama untuk menjadikan sekolah sebagai ruang pendidikan yang aman, inklusif, religius, dan menghargai keberagaman.

Ia juga mengajak seluruh guru PAI untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat literasi digital, memperkaya metode pembelajaran, serta membangun kolaborasi.

“Guru tidak boleh berhenti belajar, karena peserta didik yang kita hadapi terus berubah, sementara tantangan pendidikan semakin kompleks,” pesannya.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan sekaligus membangun komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar.

Melalui MGMP PAI, diharapkan lahir kesamaan pemahaman, kerja sama yang semakin erat, serta langkah-langkah nyata dalam membentuk generasi Polewali Mandar yang beriman, berakhlak mulia, moderat, toleran, berkarakter, dan cinta tanah air.


#MGMPPAI #MGMPPAISMP #PendidikanAgamaIslam #ModerasiBeragama #AsesmenModerasiBeragama #DinasPendidikanPolewaliMandar #PendidikanPolewaliMandar #GuruPAI #GuruProfesional #PenguatanKarakter #PendidikanBerkarakter #SekolahInklusif #LiterasiDigital #PolewaliMandar #Wonomulyo #PolmanLebihBaik #DisdikPolman

Kegiatan Terbaru

Kadis Pendidikan Polewali Mandar Dorong Penguatan Peran Ketua Mabigus dalam Implementasi Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025...
26 Sep 2026

BULO, POLEWALI MANDAR — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Sos., M.M., mengikuti sekaligus memberikan materi pada kegiatan Orientasi Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) yang diselenggarakan oleh Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Bulo, Sabtu, 26 September 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Sabura, Kecamatan Bulo.Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan kapasitas Majelis Pembimbing Gugus Depan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai unsur pembimbing, pendukung, dan pengarah penyelenggaraan pendidikan kepramukaan di satuan pendidikan.Dalam kegiatan tersebut, H. Arifin Yambas menyampaikan materi bertajuk “Peran Ketua Mabigus dalam Implementasi Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025: Penguatan Tata Kelola Gugus Depan dan Penyelenggaraan Ekstrakurikuler Kepramukaan di Satuan Pendidikan.” Materi tersebut disampaikan dalam rangka Kursus Orientasi Majelis Pembimbing Gugus Depan Tahun 2026 di Kabupaten Polewali Mandar. Pramuka sebagai bagian penting pendidikan karakterDalam paparannya, H. Arifin Yambas menekankan pentingnya memahami arah baru penyelenggaraan ekstrakurikuler kepramukaan berdasarkan regulasi terbaru. Materi mencantumkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, Edaran Kwarnas Nomor 0015-00-D, serta Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 sebagai landasan penyelenggaraan Gerakan Pramuka. Menurut materi yang disampaikan, terdapat tiga substansi utama yang perlu menjadi perhatian satuan pendidikan, yaitu kewajiban sekolah menyediakan layanan ekstrakurikuler kepramukaan, hak peserta didik untuk memilih kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat dan bakat, serta penguatan pendidikan karakter melalui metode kepramukaan. Pramuka tidak hanya dipandang sebagai aktivitas ekstrakurikuler, tetapi juga sebagai salah satu wahana untuk membentuk karakter peserta didik melalui pengamalan Satya dan Dasadarma, pembiasaan perilaku positif, serta kegiatan pembelajaran di luar ruang.Ketua Mabigus memiliki posisi strategisH. Arifin Yambas juga menjelaskan posisi strategis Kepala Sekolah sebagai ex-officio Ketua Mabigus. Ketua Mabigus memiliki peran dalam memberikan keteladanan moral, mengarahkan organisasi, memastikan legalitas kegiatan, sekaligus menjamin dukungan fasilitas bagi pelaksanaan kegiatan kepramukaan di sekolah. Dalam penguatan tata kelola Gugus Depan, terdapat empat peran strategis Ketua Mabigus yang menjadi perhatian, yakni bimbingan operasional, dukungan finansial, penyediaan sarana dan prasarana, serta pengawasan dan evaluasi.Ketua Mabigus diarahkan untuk terlibat dalam penyusunan rencana kerja Gugus Depan, mendukung penganggaran kegiatan, memfasilitasi kebutuhan sanggar dan perlengkapan kepramukaan, serta memastikan kegiatan berjalan secara aman, teratur, dan sesuai standar keselamatan. Penguatan pembina menjadi perhatianSelain tata kelola, pengembangan sumber daya manusia pembina Pramuka juga menjadi bagian penting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.Sekolah diharapkan melakukan pemetaan guru yang memiliki potensi menjadi pembina Gugus Depan, memberikan dukungan untuk mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) maupun Kursus Mahir Lanjutan (KML), mendukung pencapaian kualifikasi pembina, serta melakukan supervisi terhadap pelaksanaan latihan kepramukaan secara berkala. Menurut materi kegiatan, penguatan Pramuka di sekolah juga diarahkan pada pembentukan karakter melalui pengamalan Satya dan Dasadarma, penerapan tujuh kebiasaan anak hebat, serta metode outdoor learning yang dapat melatih kepemimpinan dan ketangguhan peserta didik. Sinergi sekolah, Kwarcab dan satuan pendidikanDalam konteks Kabupaten Polewali Mandar, penguatan Gugus Depan juga membutuhkan sinergi antara satuan pendidikan dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Polewali Mandar.Materi yang disampaikan mendorong satuan pendidikan untuk memperbarui data pangkalan Gugus Depan dan keanggotaan secara berkala, meningkatkan kelayakan administrasi dan manajemen pangkalan, serta aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kepramukaan seperti Karang Pamitran, Jambore Ranting, dan Raimuna. Untuk memastikan implementasi berjalan konkret, Ketua Mabigus juga didorong melakukan langkah-langkah mulai dari penerbitan SK struktur Mabigus dan Pembina Gudep, penyusunan program kerja dan RAB, sosialisasi kegiatan Pramuka kepada peserta didik, hingga monitoring dan evaluasi latihan secara berkala.Menuju Pramuka Polewali Mandar yang unggul dan berkarakterKegiatan Orientasi Mabigus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Bulo menjadi ruang penguatan kapasitas para pembina dan pengelola Gugus Depan agar penyelenggaraan pendidikan kepramukaan di satuan pendidikan semakin terarah.Melalui penguatan peran Mabigus, dukungan pembiayaan dan sarana prasarana, peningkatan kompetensi pembina, serta sinergi dengan Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting, Gerakan Pramuka diharapkan semakin mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembentukan karakter peserta didik di Kabupaten Polewali Mandar.Materi kegiatan menegaskan cita-cita untuk “Mewujudkan Pramuka Polewali Mandar Unggul & Berkarakter”, dengan semangat “Satu Pramuka untuk Satu Indonesia — Mencetak Generasi Tangguh Berakhlak Mulia.”Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan H. Arifin Yambas menyampaikan materi di hadapan peserta orientasi, serta kebersamaan peserta dalam balutan seragam Pramuka sebagai bagian dari semangat penguatan Gerakan Pramuka di Kabupaten Polewali Mandar.Salam Pramuka!#DinasPendidikanPolewaliMandar#PolmanLebihBaik#PolewaliMandar#GerakanPramuka#PramukaPolewaliMandar#KwarcabPolewaliMandar#KwaranBulo#Mabigus#OrientasiMabigus#PendidikanKarakter#Permendikdasmen132025#PendidikanPolewaliMandar#PramukaBerkarakter#GenerasiTangguh#SalamPramuka...

Selengkapnya...
MGMP PAI SMP Polewali Mandar Perkuat Sinergi Guru dan Dinas Pendidikan melalui Sosialisasi Asesmen Moderasi Beragama...
26 Sep 2026

Polewali Mandar, 26 September 2026 — Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMP se-Kabupaten Polewali Mandar menggelar kegiatan silaturahmi dan sosialisasi Asesmen Moderasi Beragama, Sabtu (26/9/2026), bertempat di SMP Negeri 2 Wonomulyo.Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, koordinasi, dan sinergi antara guru Pendidikan Agama Islam, MGMP, satuan pendidikan, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar hadir memenuhi undangan MGMP PAI SMP sekaligus memberikan sambutan dan berdialog dengan para guru PAI yang mengikuti kegiatan tersebut.Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar Bapak H. Arifin Yambas, S.Sos., MM., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pengurus MGMP PAI SMP Kabupaten Polewali Mandar yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.“Kegiatan seperti ini memiliki arti penting, bukan hanya sebagai forum pertemuan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan, meningkatkan koordinasi antara guru PAI dan Dinas Pendidikan, menyamakan persepsi dalam pelaksanaan program pendidikan, serta meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru,” ungkapnya.Menurutnya, MGMP merupakan wadah strategis bagi guru untuk saling berbagi pengalaman, mendiskusikan berbagai persoalan pembelajaran, mengembangkan perangkat ajar, serta merumuskan solusi terhadap berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang.Guru PAI Memiliki Peran Penting dalam Pembentukan KarakterDalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan juga menekankan pentingnya peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter peserta didik.Guru PAI, menurutnya, tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menanamkan nilai-nilai akhlak, kejujuran, tanggung jawab, toleransi, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.Terlebih di tengah perkembangan teknologi informasi dan arus globalisasi yang semakin cepat, peserta didik menghadapi berbagai informasi, pandangan, dan pengaruh yang tidak semuanya sejalan dengan nilai agama maupun budaya bangsa.Karena itu, guru PAI dituntut mampu menjadi pendidik, pembimbing, teladan, sekaligus pengarah bagi peserta didik.“Keteladanan guru sering kali lebih kuat pengaruhnya daripada nasihat yang panjang. Apa yang dilihat, dirasakan, dan dialami oleh peserta didik dari sikap gurunya akan membekas dalam proses pembentukan kepribadian mereka,” ujarnya.Ia juga mendorong agar pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat menghadirkan suasana yang mencerahkan, membimbing, memperkuat persaudaraan, serta mendorong peserta didik menjadi pribadi yang baik secara spiritual maupun sosial.Moderasi Beragama Relevan dengan Tantangan PendidikanSalah satu agenda utama kegiatan adalah sosialisasi Asesmen Moderasi Beragama. Materi ini dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan dalam membangun karakter peserta didik di tengah keberagaman masyarakat.Dalam sambutannya dijelaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti mengurangi ajaran agama, mencampuradukkan keyakinan, ataupun menghilangkan prinsip-prinsip agama.Moderasi beragama dipahami sebagai upaya memahami dan mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, sekaligus menghargai kemajemukan dalam kehidupan bermasyarakat.Nilai-nilai tersebut antara lain diwujudkan melalui sikap menghargai perbedaan, menolak kekerasan, menjunjung keadilan, menjaga komitmen kebangsaan, membangun toleransi, serta mengedepankan musyawarah dan persaudaraan.Sekolah dinilai memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui pembelajaran PAI, kegiatan keagamaan, keteladanan guru, dan budaya sekolah.Dengan demikian, keberagamaan diharapkan tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku yang menghadirkan kedamaian, kasih sayang, persaudaraan, dan kemaslahatan.Asesmen Moderasi Beragama juga diharapkan tidak sekadar dipandang sebagai kegiatan pengukuran atau penilaian, tetapi menjadi instrumen untuk melihat sejauh mana nilai-nilai moderasi telah tumbuh dalam diri peserta didik dan lingkungan pendidikan.Dorong Guru Terus BerinovasiKepala Dinas Pendidikan berharap kegiatan MGMP tersebut dapat menghasilkan sejumlah langkah konkret.Pertama, terbangunnya komunikasi dan sinergi yang semakin baik antara Dinas Pendidikan, MGMP, sekolah, dan guru PAI.Kedua, meningkatnya pemahaman guru mengenai konsep, tujuan, dan pelaksanaan Asesmen Moderasi Beragama.Ketiga, lahirnya berbagai gagasan inovatif dalam pembelajaran PAI yang sesuai dengan perkembangan zaman, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dan karakter kebangsaan.Keempat, semakin kuatnya komitmen bersama untuk menjadikan sekolah sebagai ruang pendidikan yang aman, inklusif, religius, dan menghargai keberagaman.Ia juga mengajak seluruh guru PAI untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat literasi digital, memperkaya metode pembelajaran, serta membangun kolaborasi.“Guru tidak boleh berhenti belajar, karena peserta didik yang kita hadapi terus berubah, sementara tantangan pendidikan semakin kompleks,” pesannya.Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan sekaligus membangun komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar.Melalui MGMP PAI, diharapkan lahir kesamaan pemahaman, kerja sama yang semakin erat, serta langkah-langkah nyata dalam membentuk generasi Polewali Mandar yang beriman, berakhlak mulia, moderat, toleran, berkarakter, dan cinta tanah air.#MGMPPAI #MGMPPAISMP #PendidikanAgamaIslam #ModerasiBeragama #AsesmenModerasiBeragama #DinasPendidikanPolewaliMandar #PendidikanPolewaliMandar #GuruPAI #GuruProfesional #PenguatanKarakter #PendidikanBerkarakter #SekolahInklusif #LiterasiDigital #PolewaliMandar #Wonomulyo #PolmanLebihBaik #DisdikPolman...

Selengkapnya...
Tim Putri GSI Polewali Mandar, Juara Pertama Tingkat Provinsi Sulawesi Barat...
24 Sep 2026

Polewali Mandar — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan para pelajar Kabupaten Polewali Mandar. Tim Putri Gala Siswa Indonesia (GSI) Polewali Mandar berhasil meraih Juara Pertama GSI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat 2026 setelah tampil gemilang menghadapi tim Kabupaten Majene.Dalam pertandingan final yang berlangsung di Kabupaten Majene, Tim Putri GSI Polewali Mandar tampil dominan dan berhasil menaklukkan Majene dengan skor telak 7–0. Hasil tersebut mengantarkan Polewali Mandar menjadi juara pertama GSI Putri Tingkat Provinsi Sulawesi Barat.Kemenangan ini menjadi bukti kerja keras, kedisiplinan, semangat juang, serta kekompakan para pemain, pelatih, pendamping, dan seluruh tim yang telah mempersiapkan kontingen Polewali Mandar.Dengan hasil tersebut, Tim Putri GSI Polewali Mandar berhasil membawa nama Kabupaten Polewali Mandar ke puncak prestasi olahraga pelajar tingkat Provinsi Sulawesi Barat.Keberhasilan ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan Kabupaten Polewali Mandar. Para pemain diharapkan terus menjaga semangat, sportivitas, disiplin, dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi tahapan kompetisi selanjutnya.Selamat dan sukses untuk Tim Putri GSI Polewali Mandar! Polewali Mandar Juara! ????????????? GSI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat 2026 ???? Juara 1: Polewali Mandar ? Polewali Mandar 7 – 0 Majene #GSI2026 #GalaSiswaIndonesia #GSISulawesiBarat #GSIPolewaliMandar #PolewaliMandarJuara #TimPutriGSI #PelajarBerprestasi #OlahragaPelajar #PendidikanPolewaliMandar #SulawesiBarat #PolmanJuara #BanggaPolman #Juara1...

Selengkapnya...
Dinas Pendidikan Polewali Mandar Gelar Coaching Clinic Apresiasi GTK 2026 Secara Virtual...
22 Sep 2026

Polewali Mandar, 22 September 2026 — Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan Coaching Clinic Pembimbingan dan Pendampingan Calon Peserta Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tahun 2026 secara virtual, Selasa (22/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar dalam memberikan penguatan dan pendampingan kepada para calon peserta Apresiasi GTK agar mampu menyusun dan menyajikan praktik baik, inovasi pembelajaran, serta karya nyata yang telah dilaksanakan di satuan pendidikan masing-masing. Coaching clinic diikuti oleh calon peserta Apresiasi GTK bersama unsur pendamping, fasilitator, dan jajaran terkait di lingkungan pendidikan Kabupaten Polewali Mandar. Pelaksanaan secara virtual memungkinkan proses pembimbingan tetap berjalan secara efektif dan menjangkau peserta dari berbagai wilayah. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan terkait penyusunan naskah praktik baik, pengembangan portofolio, penguatan bukti dan data pendukung, serta penyajian inovasi pembelajaran dalam bentuk video sesuai dengan ketentuan dan kriteria Apresiasi GTK. Dinas Pendidikan menekankan bahwa Apresiasi GTK bukan sekadar ajang untuk memperoleh penghargaan, tetapi merupakan ruang untuk menunjukkan berbagai praktik baik dan inovasi yang benar-benar memberikan dampak terhadap peserta didik dan peningkatan mutu satuan pendidikan. Karena itu, peserta didorong untuk mampu mengidentifikasi praktik baik yang telah dilakukan, memperkuat bukti keberhasilan, mendokumentasikan proses dan hasil, serta menyampaikan pengalaman tersebut secara sistematis dan komunikatif. Melalui coaching clinic ini, diharapkan para calon peserta semakin siap mengikuti tahapan Apresiasi GTK, baik pada tingkat Kabupaten Polewali Mandar maupun untuk melanjutkan ke tingkat Provinsi Sulawesi Barat hingga tingkat Nasional. Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar berkomitmen untuk terus memberikan ruang, pendampingan, dan dukungan kepada guru dan tenaga kependidikan dalam mengembangkan inovasi, berbagi praktik baik, serta membangun budaya pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran dan dampak nyata bagi murid. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat bersama bahwa guru dan tenaga kependidikan Polewali Mandar tidak hanya mampu melaksanakan praktik baik, tetapi juga mampu mendokumentasikan, mengembangkan, dan menginspirasi melalui karya nyata. #DinasPendidikanPolewaliMandar #ApresiasiGTK2026 #CoachingClinicGTK #GTKPolewaliMandar #GuruHebatIndonesia #GuruTransformatif #GuruDedikatif #PraktikBaik #InovasiPembelajaran #TransformasiPendidikan #PendidikanPolewaliMandar #PolewaliMandar #SulawesiBarat #MerdekaBelajar #GuruMenginspirasi...

Selengkapnya...

Kategori

  • 145
  • 2
  • 1
  • 0
  • 0