Pendampingan SPAB di SMP Negeri 2 Wonomulyo, Perkuat Budaya Siaga Bencana di Satuan Pendidikan
12 Aug 2026 Berita
Wonomulyo, 12 Agustus 2026 — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, Bapak H. Arifin Yambas, S.Pd., MM., bersama Tim Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Barat dan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan kegiatan Pendampingan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Tahun 2026 di SMP Negeri 2 Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan satuan pendidikan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Program SPAB tidak hanya berorientasi pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi mencakup upaya pencegahan dan pengurangan risiko pada masa prabencana, penanganan dalam situasi darurat, serta pemulihan layanan pendidikan pascabencana. Program tersebut secara nasional diatur melalui Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana.
Dalam konteks kebijakan pendidikan terbaru, penguatan SPAB juga sejalan dengan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Regulasi ini menempatkan keamanan sebagai bagian integral dari ekosistem pendidikan, meliputi perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosiokultural, serta keamanan dalam ruang digital. Pendekatan yang dikedepankan adalah promotif, preventif, humanis, komprehensif, dan partisipatif, sehingga sekolah tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga menjadi ruang yang kondusif bagi murid untuk belajar, tumbuh, dan berkembang.
Urgensi penguatan SPAB semakin besar mengingat data nasional menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen satuan pendidikan di Indonesia terpapar lebih dari satu ancaman bencana. Karena itu, kesiapsiagaan bencana perlu menjadi bagian dari budaya sekolah dan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi sesaat. Kemendikdasmen juga menargetkan pada 2029 sebanyak 80 persen pemerintah daerah memiliki regulasi SPAB dan 75 persen siswa teredukasi sebagai siswa siaga bencana.
Pendampingan di SMP Negeri 2 Wonomulyo diharapkan tidak berhenti pada warga sekolah yang mengikuti kegiatan secara langsung. Pengetahuan dan praktik yang diperoleh perlu ditularkan secara berjenjang kepada peserta didik, sehingga mereka memahami potensi risiko di lingkungan sekolah, mengetahui prosedur evakuasi, mampu mengambil tindakan yang tepat saat terjadi keadaan darurat, serta memiliki kepedulian untuk saling melindungi.

Untuk memastikan keberlanjutan, penguatan SPAB diharapkan menjadi gerakan bersama melalui komitmen MKKS dan K3S, MGMP, serta komunitas belajar. Forum-forum tersebut dapat menjadi ruang untuk berbagi praktik baik, mengintegrasikan pendidikan kebencanaan ke dalam proses pembelajaran, melakukan simulasi secara berkala, serta membangun budaya kesiapsiagaan di masing-masing satuan pendidikan.
SPAB pada akhirnya bukan sekadar program kebencanaan, melainkan bagian dari investasi untuk menjamin keselamatan warga sekolah dan keberlangsungan layanan pendidikan. Sekolah yang memiliki pengetahuan, sistem, sarana pendukung, dan warga sekolah yang siaga akan memiliki ketangguhan yang lebih baik ketika menghadapi bencana. Kemendikdasmen sendiri terus memperkuat implementasi SPAB secara berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan evaluasi dan pemantauan program.
Melalui sinergi Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, BPMP Sulawesi Barat, BPBD, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komunitas belajar, orang tua, dan peserta didik, diharapkan semakin banyak satuan pendidikan di Polewali Mandar yang mampu membangun budaya sadar risiko, budaya siaga, dan budaya sekolah yang aman dan nyaman.
#SPAB2026 #PolmanLebihBaik #SatuanPendidikanAmanBencana #DinasPendidikanPolewaliMandar #PendidikanPolewaliMandar #BPMPSulawesiBarat #BPBDPolewaliMandar #SMPNegeri2Wonomulyo #SekolahAmanBencana #SekolahAmanDanNyaman #BudayaSadarBencana #SekolahSiagaBencana #PendidikanBermutuUntukSemua #PolewaliMandar #PendidikanUntukSemua
Kegiatan Terbaru
Semarak HUT RI ke-81, DWP Dinas Pendidikan Polewali Mandar Gelar Lomba Kreasi Makanan Non Beras...
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan keluarga besar lingkungan Dinas Pendidikan. Kegiatan tersebut dikemas dalam nuansa olahraga, seni, kreativitas, serta kebersamaan.Salah satu kegiatan yang berlangsung meriah adalah Lomba Kreasi Makanan Non Beras yang diprakarsai oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar. Lomba ini diikuti oleh perwakilan DWP Kecamatan lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar.Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Polewali Mandar, Ibu Hj. Andi Nursami Masdar, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, Bapak H. Arifin Yambas, S.Pd., MM.Lomba kreasi makanan non beras tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kreativitas dalam mengolah bahan pangan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan keberagaman pangan lokal serta mendorong pemanfaatan bahan pangan alternatif yang memiliki nilai gizi dan potensi ekonomi.Antusiasme peserta terlihat begitu besar. Berbagai kreasi makanan disajikan dengan tampilan menarik dan inovatif, menunjukkan kreativitas serta kekompakan masing-masing perwakilan DWP Kecamatan.Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, kekompakan, dan rasa kekeluargaan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan terus terjaga dan menjadi kekuatan dalam mendukung berbagai program serta pelayanan pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar.Melalui semangat HUT Kemerdekaan RI ke-81, keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar terus menumbuhkan nilai persatuan, kreativitas, gotong royong, dan kebersamaan.Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!Bersama dalam semangat kemerdekaan, berkarya untuk pendidikan dan Polewali Mandar yang lebih baik.Link Foto Kegiatan #HUTRIKe81 #HUTKemerdekaanRI #DinasPendidikanPolman #PolewaliMandar #DharmaWanitaPersatuan #DWPDisdik #LombaKreasiMakanan #MakananNonBeras #PanganLokal #Kreativitas #Kebersamaan #Kekeluargaan #PolmanLebihBaik...
Selengkapnya...
Pendampingan SPAB di SMP Negeri 2 Wonomulyo, Perkuat Budaya Siaga Bencana di Satuan Pendidikan...
Wonomulyo, 12 Agustus 2026 — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, Bapak H. Arifin Yambas, S.Pd., MM., bersama Tim Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Barat dan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan kegiatan Pendampingan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Tahun 2026 di SMP Negeri 2 Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan satuan pendidikan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Program SPAB tidak hanya berorientasi pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi mencakup upaya pencegahan dan pengurangan risiko pada masa prabencana, penanganan dalam situasi darurat, serta pemulihan layanan pendidikan pascabencana. Program tersebut secara nasional diatur melalui Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana.Dalam konteks kebijakan pendidikan terbaru, penguatan SPAB juga sejalan dengan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Regulasi ini menempatkan keamanan sebagai bagian integral dari ekosistem pendidikan, meliputi perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosiokultural, serta keamanan dalam ruang digital. Pendekatan yang dikedepankan adalah promotif, preventif, humanis, komprehensif, dan partisipatif, sehingga sekolah tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga menjadi ruang yang kondusif bagi murid untuk belajar, tumbuh, dan berkembang.Urgensi penguatan SPAB semakin besar mengingat data nasional menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen satuan pendidikan di Indonesia terpapar lebih dari satu ancaman bencana. Karena itu, kesiapsiagaan bencana perlu menjadi bagian dari budaya sekolah dan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi sesaat. Kemendikdasmen juga menargetkan pada 2029 sebanyak 80 persen pemerintah daerah memiliki regulasi SPAB dan 75 persen siswa teredukasi sebagai siswa siaga bencana.Pendampingan di SMP Negeri 2 Wonomulyo diharapkan tidak berhenti pada warga sekolah yang mengikuti kegiatan secara langsung. Pengetahuan dan praktik yang diperoleh perlu ditularkan secara berjenjang kepada peserta didik, sehingga mereka memahami potensi risiko di lingkungan sekolah, mengetahui prosedur evakuasi, mampu mengambil tindakan yang tepat saat terjadi keadaan darurat, serta memiliki kepedulian untuk saling melindungi.Untuk memastikan keberlanjutan, penguatan SPAB diharapkan menjadi gerakan bersama melalui komitmen MKKS dan K3S, MGMP, serta komunitas belajar. Forum-forum tersebut dapat menjadi ruang untuk berbagi praktik baik, mengintegrasikan pendidikan kebencanaan ke dalam proses pembelajaran, melakukan simulasi secara berkala, serta membangun budaya kesiapsiagaan di masing-masing satuan pendidikan.SPAB pada akhirnya bukan sekadar program kebencanaan, melainkan bagian dari investasi untuk menjamin keselamatan warga sekolah dan keberlangsungan layanan pendidikan. Sekolah yang memiliki pengetahuan, sistem, sarana pendukung, dan warga sekolah yang siaga akan memiliki ketangguhan yang lebih baik ketika menghadapi bencana. Kemendikdasmen sendiri terus memperkuat implementasi SPAB secara berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan evaluasi dan pemantauan program.Melalui sinergi Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, BPMP Sulawesi Barat, BPBD, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komunitas belajar, orang tua, dan peserta didik, diharapkan semakin banyak satuan pendidikan di Polewali Mandar yang mampu membangun budaya sadar risiko, budaya siaga, dan budaya sekolah yang aman dan nyaman.#SPAB2026 #PolmanLebihBaik #SatuanPendidikanAmanBencana #DinasPendidikanPolewaliMandar #PendidikanPolewaliMandar #BPMPSulawesiBarat #BPBDPolewaliMandar #SMPNegeri2Wonomulyo #SekolahAmanBencana #SekolahAmanDanNyaman #BudayaSadarBencana #SekolahSiagaBencana #PendidikanBermutuUntukSemua #PolewaliMandar #PendidikanUntukSemua...
Selengkapnya...
Kadis Pendidikan Polman Dorong Transformasi Pembelajaran melalui PM dan KKA...
Polewali Mandar, 8 Agustus 2026 — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Pd., MM, menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Pendampingan Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Tahun 2026 yang dilaksanakan di SMPN 3 Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (8/8/2026).Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Barat sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan melalui implementasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial pada satuan pendidikan. Dalam surat pelaksanaan kegiatan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar ditetapkan sebagai narasumber eselon untuk lokasi SMPN 3 Polewali. Dalam paparannya bertajuk “Transformasi Pendidikan Polewali Mandar melalui Inovasi Masa Depan”, H. Arifin Yambas menekankan bahwa transformasi pendidikan merupakan sebuah kebutuhan untuk mempersiapkan generasi Polewali Mandar menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan kompetensi abad ke-21. Materi tersebut secara khusus menyasar jenjang PAUD, SD, dan SMP. Mengapa Pendidikan Harus Berubah?H. Arifin menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut generasi Polewali Mandar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi pencipta teknologi.Di sisi lain, peserta didik membutuhkan kompetensi abad ke-21, terutama kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah kompleks, dan kreativitas. Karena itu, integrasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dipandang sebagai salah satu fondasi penting bagi kurikulum masa depan. Pembelajaran Mendalam: Tidak Sekadar MenghafalDalam materi yang disampaikan, Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning diarahkan pada penguasaan konsep esensial sekaligus kemampuan peserta didik untuk mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan nyata.Pendekatan tersebut disesuaikan dengan karakteristik setiap jenjang. Pada PAUD, pembelajaran diarahkan melalui eksplorasi rasa ingin tahu, permainan dan proyek sederhana. Pada SD, penguatan dilakukan melalui literasi, numerasi dan analisis dasar dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Sementara pada SMP, peserta didik diarahkan pada pemecahan masalah lintas mata pelajaran melalui proyek kolaboratif. Koding dan Kecerdasan Artifisial Dilaksanakan Secara BerjenjangH. Arifin juga memaparkan bahwa implementasi KKA perlu dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan peserta didik.Untuk PAUD, pengenalan dapat dilakukan melalui unplugged coding, yaitu mengenalkan logika berurutan dan algoritma sederhana tanpa perangkat layar. Pada SD, peserta didik mulai diperkenalkan dengan visual block programming seperti Scratch serta konsep dasar bagaimana AI bekerja di sekitar mereka.Sedangkan pada SMP, pembelajaran dapat berkembang menuju applied coding and AI, termasuk pemrograman dasar seperti Python bagi pemula, pemahaman etika AI serta pembuatan proyek teknologi sederhana yang mendukung pembelajaran. Sekolah Model sebagai Mercusuar PendidikanDalam kesempatan tersebut, sekolah model didorong tidak hanya menjadi penerima program, tetapi menjadi pionir inovasi, pusat rujukan, dan katalisator perubahan bagi sekolah lainnya di Polewali Mandar.Sekolah model diharapkan mampu mengadaptasi, mencoba dan menyempurnakan implementasi PM dan KKA, kemudian menjadi tempat belajar serta studi tiru bagi sekolah lain melalui praktik-praktik baik yang telah terbukti berhasil. Empat Langkah Konkret Pasca-PendampinganUntuk memastikan program tidak berhenti pada kegiatan pendampingan, Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar menyiapkan sejumlah langkah implementasi di lapangan.Pertama, penyesuaian kurikulum dengan mengintegrasikan PM dan KKA ke dalam RPP atau modul ajar yang telah ada.Kedua, penguatan kapasitas guru melalui dukungan berkelanjutan dan pengembangan komunitas belajar di sekolah.Ketiga, keterlibatan orang tua melalui sosialisasi mengenai pentingnya PM dan KKA agar pendidikan di sekolah dapat berjalan selaras dengan pendidikan di rumah.Keempat, monitoring dan evaluasi secara berkala oleh Dinas Pendidikan untuk memastikan perkembangan program berjalan sesuai target. H. Arifin Yambas menegaskan komitmen Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan untuk mendukung transformasi tersebut dengan penyediaan fasilitas, pelatihan, dan pendampingan. Pada saat yang sama, kepala sekolah dan guru diharapkan memiliki semangat, kreativitas serta keterbukaan untuk terus belajar dan berinovasi. Kegiatan pendampingan yang berlangsung di SMPN 3 Polewali ini merupakan bagian dari rangkaian Pendampingan Sekolah Model Implementasi PM dan KKA Tahun 2026 yang dilaksanakan BPMP Provinsi Sulawesi Barat. Agenda kegiatan mencakup pengarahan dan pembukaan, paparan kebijakan BPMP, pemaparan perkembangan program oleh sekolah model, pendampingan, diskusi dan tanya jawab hingga penutupan. “Masa depan Polewali Mandar tidak ditentukan esok hari, melainkan dari apa yang kita ajarkan di ruang-ruang kelas kita hari ini.”Melalui implementasi PM dan KKA secara konsisten dan kolaboratif, Polewali Mandar diarahkan untuk bergerak bersama membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, berorientasi pada kompetensi peserta didik, serta mampu menjadi contoh integrasi teknologi pendidikan terbaik di Sulawesi Barat. #DinasPendidikanPolewaliMandar#PolewaliMandar#TransformasiPendidikan#PembelajaranMendalam#KKA#KodingDanKecerdasanArtifisial#SekolahModel#PendidikanBerkualitas#GuruHebat#MerdekaBelajar#TransformasiDigital#PendidikanMasaDepan#PolewaliMandarLebihBaik#SulawesiBarat#PendidikanIndonesia...
Selengkapnya...
Kepala Dinas Pendidikan Polewali Mandar Paparkan Praktik Baik Kolaborasi dalam Mendukung Akreditasi dan Peningkatan Mutu Pendidikan...
Majene, 7 Agustus 2026 – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar Bapak H. Arifin Yambas, S.Pd., MM., menghadiri undangan sebagai narasumber pada kegiatan Rapat Program Akreditasi (RPA) Luring BAN-PDM Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 yang diselenggarakan di Sekretariat BAN-PDM Provinsi Sulawesi Barat, Kompleks Perkantoran BPMP Sulawesi Barat, Kabupaten Majene. Kehadiran Kepala Dinas merupakan tindak lanjut atas undangan resmi BAN-PDM Sulawesi Barat sekaligus menjadi narasumber pada sesi "Praktik Baik Kolaborasi Dinas Pendidikan dalam Mendukung Akreditasi dan Peningkatan Mutu Satuan Pendidikan." Dalam paparannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar menegaskan bahwa kolaborasi antara Dinas Pendidikan, BAN-PDM, dan BPMP Sulawesi Barat merupakan strategi penting dalam mentransformasikan akreditasi dari sekadar pemenuhan administrasi menjadi instrumen peningkatan mutu pembelajaran yang berkelanjutan.Beberapa praktik baik yang telah dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar antara lain pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai dasar pemetaan mutu satuan pendidikan, pelaksanaan sosialisasi dan pendampingan bersama terkait instrumen akreditasi terbaru, pemberdayaan pengawas sekolah serta komunitas belajar melalui K3S dan MKKS, hingga peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung penjaminan mutu sekolah.Selain itu, Dinas Pendidikan juga menerapkan tahapan pendampingan yang sistematis, mulai dari pemetaan dan pra-evaluasi sekolah sasaran akreditasi, penyelenggaraan Klinik Akreditasi dan asistensi pengisian Sispena, fasilitasi pelaksanaan visitasi asesor, hingga penyusunan program tindak lanjut berdasarkan rekomendasi hasil akreditasi sebagai dasar penyusunan kebijakan dan penganggaran pendidikan daerah.Melalui kolaborasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan proses akreditasi mampu menghasilkan budaya mutu yang berkelanjutan sehingga setiap satuan pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan demi mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berdaya saing.#DinasPendidikanPolman #PolewaliMandar #BANPDM #BPMPSulawesiBarat #AkreditasiSekolah #PenjaminanMutu #TransformasiPendidikan #RaporPendidikan #Sispena #PendidikanBermutu #GuruHebat #SekolahBerkualitas #PolmanLebihBaik #SulawesiBarat #MerdekaBelajar #PolmanLebihBaik...
Selengkapnya...
