Layanan Aduan dan Aspirasi Pelayanan Publik : www.lapor.go.id

Perkuat Kolaborasi Penanganan Anak Tidak Sekolah, Tim Harmonisasi Assami Gelar Rakor Bersama Dinas Pendidikan Polman


31 Aug 2026   Berita

Polewali, 31 Agustus 2026 — Upaya memperkuat kolaborasi dalam percepatan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) terus dilakukan di Kabupaten Polewali Mandar. Hal tersebut menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi antara Tim Harmonisasi Assami dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, yang berlangsung di Ruang Sekretaris Dinas Pendidikan Polewali Mandar, Senin (31/8/2026).

Rapat tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Polewali Mandar, Bapak Haris Syahril, mewakili Kepala Dinas, didampingi para Kepala Bidang dan Kasubag. Pertemuan ini menjadi ruang koordinasi bersama untuk menyamakan langkah, memperkuat sinergi, serta memastikan program penanganan ATS dapat dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan. Dalam pengantarnya, Sekretaris Dinas menekankan pentingnya kolaborasi lintas unsur dalam memastikan setiap anak memperoleh kembali haknya untuk mendapatkan pendidikan.



Dalam paparannya, Tim Harmonisasi Assami menyampaikan peta jalan eksekusi 12 tahapan operasional Gerakan Kembali Bersekolah (GKB). Tahapan tersebut dimulai dari pembentukan tim kerja, penyusunan panduan, pengunduhan data awal ATS, pembuatan instrumen dan tools rekonfirmasi, rekrutmen serta pelatihan petugas, rekonfirmasi melalui kunjungan rumah, pengolahan dan pemetaan kebutuhan, rapat koordinasi satuan pendidikan, bimbingan teknis operator Dapodik, seremoni pengembalian ATS ke sekolah/PKBM, hingga monitoring dan pendampingan secara berkala. 


Program GKB Kabupaten Polewali Mandar diarahkan pada proses yang tidak berhenti pada pengembalian anak ke sekolah, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan dan monitoring untuk memastikan keberlanjutan pendidikan. Panduan GKB menetapkan sasaran ATS usia 7–16 tahun, termasuk anak putus sekolah, anak lulus tidak melanjutkan, dan anak yang belum pernah bersekolah. Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah, yang menegaskan tahapan penanganan melalui pendataan, penjangkauan, pengembalian, dan pendampingan. 

Rakor ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama antara Dinas Pendidikan, Tim Harmonisasi Assami, satuan pendidikan, pemerintah desa, keluarga, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dengan koordinasi yang kuat, data yang valid, intervensi yang tepat, serta pendampingan yang berkelanjutan, Gerakan Kembali Bersekolah di Kabupaten Polewali Mandar diharapkan mampu mengembalikan anak-anak ke layanan pendidikan sekaligus memastikan mereka dapat bertahan dan menuntaskan pendidikannya. Panduan GKB sendiri menempatkan kolaborasi berbagai pihak sebagai salah satu kunci keberhasilan program. 


#GerakanKembaliBersekolah #GKB #AnakTidakSekolah #ATS #TimHarmonisasiAssami #DinasPendidikanPolewaliMandar #PolewaliMandar #PendidikanUntukSemua #KolaborasiPendidikan #WajibBelajar #KembaliBersekolah #PolmanLebihBaik

Kegiatan Terbaru

Perkuat Kolaborasi Penanganan Anak Tidak Sekolah, Tim Harmonisasi Assami Gelar Rakor Bersama Dinas Pendidikan Polman...
31 Aug 2026

Polewali, 31 Agustus 2026 — Upaya memperkuat kolaborasi dalam percepatan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) terus dilakukan di Kabupaten Polewali Mandar. Hal tersebut menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi antara Tim Harmonisasi Assami dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, yang berlangsung di Ruang Sekretaris Dinas Pendidikan Polewali Mandar, Senin (31/8/2026).Rapat tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Polewali Mandar, Bapak Haris Syahril, mewakili Kepala Dinas, didampingi para Kepala Bidang dan Kasubag. Pertemuan ini menjadi ruang koordinasi bersama untuk menyamakan langkah, memperkuat sinergi, serta memastikan program penanganan ATS dapat dilaksanakan secara terarah dan berkelanjutan. Dalam pengantarnya, Sekretaris Dinas menekankan pentingnya kolaborasi lintas unsur dalam memastikan setiap anak memperoleh kembali haknya untuk mendapatkan pendidikan.Dalam paparannya, Tim Harmonisasi Assami menyampaikan peta jalan eksekusi 12 tahapan operasional Gerakan Kembali Bersekolah (GKB). Tahapan tersebut dimulai dari pembentukan tim kerja, penyusunan panduan, pengunduhan data awal ATS, pembuatan instrumen dan tools rekonfirmasi, rekrutmen serta pelatihan petugas, rekonfirmasi melalui kunjungan rumah, pengolahan dan pemetaan kebutuhan, rapat koordinasi satuan pendidikan, bimbingan teknis operator Dapodik, seremoni pengembalian ATS ke sekolah/PKBM, hingga monitoring dan pendampingan secara berkala. Program GKB Kabupaten Polewali Mandar diarahkan pada proses yang tidak berhenti pada pengembalian anak ke sekolah, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan dan monitoring untuk memastikan keberlanjutan pendidikan. Panduan GKB menetapkan sasaran ATS usia 7–16 tahun, termasuk anak putus sekolah, anak lulus tidak melanjutkan, dan anak yang belum pernah bersekolah. Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah, yang menegaskan tahapan penanganan melalui pendataan, penjangkauan, pengembalian, dan pendampingan. Rakor ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama antara Dinas Pendidikan, Tim Harmonisasi Assami, satuan pendidikan, pemerintah desa, keluarga, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dengan koordinasi yang kuat, data yang valid, intervensi yang tepat, serta pendampingan yang berkelanjutan, Gerakan Kembali Bersekolah di Kabupaten Polewali Mandar diharapkan mampu mengembalikan anak-anak ke layanan pendidikan sekaligus memastikan mereka dapat bertahan dan menuntaskan pendidikannya. Panduan GKB sendiri menempatkan kolaborasi berbagai pihak sebagai salah satu kunci keberhasilan program. #GerakanKembaliBersekolah #GKB #AnakTidakSekolah #ATS #TimHarmonisasiAssami #DinasPendidikanPolewaliMandar #PolewaliMandar #PendidikanUntukSemua #KolaborasiPendidikan #WajibBelajar #KembaliBersekolah #PolmanLebihBaik...

Selengkapnya...
Maulid Nabi di Takattidung, Kadis Pendidikan Polman Tekankan Peran Masjid dan Orang Tua dalam Pendidikan Anak...
25 Aug 2026

POLMAN — Mewakili Bupati Polewali Mandar, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Pd., MM, menghadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Remaja Masjid Jami Nurul Huda Takattidung bekerja sama dengan Majelis Taklim Nahdliat Nurul Huda Takattidung, Selasa, 25 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Jami Nurul Huda Takattidung tersebut diisi dengan ceramah agama oleh Ustadz Nukman Besty, S.Pd., M.Pd.Dalam sambutannya, H. Arifin Yambas menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut. Menurutnya, kegiatan Maulid Nabi bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, persatuan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Maulid Nabi seperti ini. Sebab, dari masjidlah lahir cahaya ilmu, cahaya persatuan dan cahaya peradaban,” ungkapnya. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, dakwah dan pemberdayaan umat.Ia menambahkan, di tengah tantangan kehidupan yang semakin kompleks, mulai dari derasnya arus digitalisasi, perubahan sosial hingga berbagai isu global, masyarakat perlu kembali menghadirkan sifat-sifat utama Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah merupakan sosok pemimpin yang jujur (shiddiq), dapat dipercaya (amanah), menyampaikan kebenaran (tabligh), serta cerdas (fathanah).Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam membangun generasi masa depan, khususnya dalam dunia pendidikan. Hal ini sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui layanan pendidikan dan kesehatan yang bermutu serta terjangkau bagi seluruh masyarakat.H. Arifin juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal di sekolah. Pendidikan harus ditopang oleh tiga lingkungan utama, yakni pendidikan formal, pendidikan nonformal dan pendidikan informal dalam keluarga. Dalam konteks tersebut, peran orang tua menjadi sangat penting, terutama dalam memberikan pendidikan dan keteladanan sejak anak usia dini.“Zaman yang dialami anak-anak kita sekarang tentu sangat berbeda dengan zaman yang kita alami dahulu. Karena itu, pertanyaannya adalah bagaimana orang tua dapat mendidik anak sesuai dengan zamannya,” ujarnya. Ia mengingatkan para orang tua agar terus mempelajari dan mengamati perkembangan zaman sehingga mampu beradaptasi secara optimal dalam mendampingi pertumbuhan dan pendidikan anak, terutama di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat.Ia juga mengingatkan bahwa anak merupakan titipan Allah SWT yang sangat berharga dan harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Anak dapat menjadi sumber kebaikan dan penerus perjuangan, namun dapat pula menjadi persoalan apabila tidak mendapatkan pendidikan dan pendampingan yang benar. Karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk mendidik anak dengan keteladanan serta memberikan pendidikan yang sesuai dengan tuntunan Islam.Menutup sambutannya, H. Arifin Yambas menyampaikan bahwa salah satu program unggulan Bupati Polewali Mandar adalah penuntasan wajib belajar 9 tahun. Pemerintah daerah ingin memastikan tidak ada anak usia 7 hingga 12 tahun di Kabupaten Polewali Mandar yang tidak bersekolah. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjadi bagian dari upaya tersebut. “Jika ada anak di sekitar kita yang berusia 7 sampai 12 tahun dan tidak bersekolah, segera sampaikan kepada pemerintah setempat atau pengurus masjid. Insya Allah pemerintah akan mengupayakan agar anak tersebut dapat bersekolah,” tegasnya. Langkah tersebut dinilai penting mengingat angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Polewali Mandar masih menjadi perhatian bersama dan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.#PolewaliMandar #PemkabPolman #DinasPendidikanPolman #MaulidNabi #MaulidNabiMuhammadSAW #MasjidNurulHuda #Takattidung #Pendidikan #PendidikanAnak #PeranOrangTua #WajibBelajar9Tahun #AnakTidakSekolah #ATS #SDMPolman #PolmanBerpendidikan #GenerasiMuda #Dakwah #PemberdayaanUmat...

Selengkapnya...
Semarak HUT RI ke-81, DWP Dinas Pendidikan Polewali Mandar Gelar Lomba Kreasi Makanan Non Beras...
12 Aug 2026

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan keluarga besar lingkungan Dinas Pendidikan. Kegiatan tersebut dikemas dalam nuansa olahraga, seni, kreativitas, serta kebersamaan.Salah satu kegiatan yang berlangsung meriah adalah Lomba Kreasi Makanan Non Beras yang diprakarsai oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar. Lomba ini diikuti oleh perwakilan DWP Kecamatan lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar.Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Polewali Mandar, Ibu Hj. Andi Nursami Masdar, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, Bapak H. Arifin Yambas, S.Pd., MM.Lomba kreasi makanan non beras tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kreativitas dalam mengolah bahan pangan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan keberagaman pangan lokal serta mendorong pemanfaatan bahan pangan alternatif yang memiliki nilai gizi dan potensi ekonomi.Antusiasme peserta terlihat begitu besar. Berbagai kreasi makanan disajikan dengan tampilan menarik dan inovatif, menunjukkan kreativitas serta kekompakan masing-masing perwakilan DWP Kecamatan.Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, kekompakan, dan rasa kekeluargaan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan terus terjaga dan menjadi kekuatan dalam mendukung berbagai program serta pelayanan pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar.Melalui semangat HUT Kemerdekaan RI ke-81, keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar terus menumbuhkan nilai persatuan, kreativitas, gotong royong, dan kebersamaan.Dirgahayu Republik Indonesia ke-81!Bersama dalam semangat kemerdekaan, berkarya untuk pendidikan dan Polewali Mandar yang lebih baik.Link Foto Kegiatan #HUTRIKe81 #HUTKemerdekaanRI #DinasPendidikanPolman #PolewaliMandar #DharmaWanitaPersatuan #DWPDisdik #LombaKreasiMakanan #MakananNonBeras #PanganLokal #Kreativitas #Kebersamaan #Kekeluargaan #PolmanLebihBaik...

Selengkapnya...
Pendampingan SPAB di SMP Negeri 2 Wonomulyo, Perkuat Budaya Siaga Bencana di Satuan Pendidikan...
12 Aug 2026

Wonomulyo, 12 Agustus 2026 — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, Bapak H. Arifin Yambas, S.Pd., MM., bersama Tim Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Barat dan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan kegiatan Pendampingan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Tahun 2026 di SMP Negeri 2 Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan satuan pendidikan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Program SPAB tidak hanya berorientasi pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi mencakup upaya pencegahan dan pengurangan risiko pada masa prabencana, penanganan dalam situasi darurat, serta pemulihan layanan pendidikan pascabencana. Program tersebut secara nasional diatur melalui Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana.Dalam konteks kebijakan pendidikan terbaru, penguatan SPAB juga sejalan dengan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Regulasi ini menempatkan keamanan sebagai bagian integral dari ekosistem pendidikan, meliputi perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan sosiokultural, serta keamanan dalam ruang digital. Pendekatan yang dikedepankan adalah promotif, preventif, humanis, komprehensif, dan partisipatif, sehingga sekolah tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga menjadi ruang yang kondusif bagi murid untuk belajar, tumbuh, dan berkembang.Urgensi penguatan SPAB semakin besar mengingat data nasional menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen satuan pendidikan di Indonesia terpapar lebih dari satu ancaman bencana. Karena itu, kesiapsiagaan bencana perlu menjadi bagian dari budaya sekolah dan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi sesaat. Kemendikdasmen juga menargetkan pada 2029 sebanyak 80 persen pemerintah daerah memiliki regulasi SPAB dan 75 persen siswa teredukasi sebagai siswa siaga bencana.Pendampingan di SMP Negeri 2 Wonomulyo diharapkan tidak berhenti pada warga sekolah yang mengikuti kegiatan secara langsung. Pengetahuan dan praktik yang diperoleh perlu ditularkan secara berjenjang kepada peserta didik, sehingga mereka memahami potensi risiko di lingkungan sekolah, mengetahui prosedur evakuasi, mampu mengambil tindakan yang tepat saat terjadi keadaan darurat, serta memiliki kepedulian untuk saling melindungi.Untuk memastikan keberlanjutan, penguatan SPAB diharapkan menjadi gerakan bersama melalui komitmen MKKS dan K3S, MGMP, serta komunitas belajar. Forum-forum tersebut dapat menjadi ruang untuk berbagi praktik baik, mengintegrasikan pendidikan kebencanaan ke dalam proses pembelajaran, melakukan simulasi secara berkala, serta membangun budaya kesiapsiagaan di masing-masing satuan pendidikan.SPAB pada akhirnya bukan sekadar program kebencanaan, melainkan bagian dari investasi untuk menjamin keselamatan warga sekolah dan keberlangsungan layanan pendidikan. Sekolah yang memiliki pengetahuan, sistem, sarana pendukung, dan warga sekolah yang siaga akan memiliki ketangguhan yang lebih baik ketika menghadapi bencana. Kemendikdasmen sendiri terus memperkuat implementasi SPAB secara berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan evaluasi dan pemantauan program.Melalui sinergi Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, BPMP Sulawesi Barat, BPBD, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komunitas belajar, orang tua, dan peserta didik, diharapkan semakin banyak satuan pendidikan di Polewali Mandar yang mampu membangun budaya sadar risiko, budaya siaga, dan budaya sekolah yang aman dan nyaman.#SPAB2026  #PolmanLebihBaik #SatuanPendidikanAmanBencana #DinasPendidikanPolewaliMandar #PendidikanPolewaliMandar #BPMPSulawesiBarat #BPBDPolewaliMandar #SMPNegeri2Wonomulyo #SekolahAmanBencana #SekolahAmanDanNyaman #BudayaSadarBencana #SekolahSiagaBencana #PendidikanBermutuUntukSemua #PolewaliMandar #PendidikanUntukSemua...

Selengkapnya...

Kategori

  • 137
  • 2
  • 1
  • 0
  • 0