Kepala Dinas Pendidikan Polman Hadiri Maulid Nabi di Dusun Jombang, Ajak Generasi Z Perkuat Akhlak di Era Digital
04 Oct 2026 Berita
WONOMULYO — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Sos., MM., menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Nurul Amin, Dusun Jombang, Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.
Dalam kesempatan tersebut, H. Arifin Yambas menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Dusun Jombang yang telah melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, peringatan Maulid tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneladani akhlak dan kehidupan Rasulullah SAW.

> “Peringatan Maulid ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagaimana kita mengambil keteladanan dari Rasulullah SAW. Semoga melalui peringatan ini kita semakin memahami akhlak beliau dan mampu mengamalkan ajaran beliau dalam kehidupan kita,” ujarnya.
Ia juga menilai tema yang diangkat panitia, “Generasi Z Cinta Rasul, Berakhlak Mulia di Era Digital”, sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah memberikan banyak manfaat, terutama dalam membuka akses informasi dan menunjang proses pembelajaran. Namun, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan akhlak.
> “Tema ini sangat relevan dengan kondisi sekarang. Kita tahu bahwa perkembangan teknologi semakin pesat dan memberikan banyak manfaat. Tetapi yang paling penting, kemajuan teknologi harus dibarengi dengan akhlak yang semakin baik,” katanya.

Orang Tua dan Sekolah Diminta Awasi Penggunaan HP
Atas nama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan telepon seluler atau HP, khususnya bagi peserta didik.
Ia menekankan agar teknologi benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan dan perkembangan anak, bukan menjadi sumber paparan informasi yang tidak sesuai dengan usia.
Karena itu, ia mengajak para orang tua dan pihak sekolah untuk bersama-sama mengawasi penggunaan perangkat digital oleh anak-anak.
> “Kalau tidak ada hubungannya dengan proses pembelajaran, penggunaan HP dapat dibatasi dan dikontrol. Ini penting agar anak-anak kita tidak mendapatkan informasi yang kurang baik,” jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar di bawah kepemimpinan Bupati H. Samsul Mahmud juga memberikan perhatian terhadap penggunaan telepon seluler di lingkungan pendidikan melalui kebijakan Surat Edaran tentang Pengaturan dan Pembatasan Penggunaan Telepon Seluler di Satuan Pendidikan.
Sekitar 17 Ribu Siswa Polman Terima PIP
Dalam kesempatan tersebut, H. Arifin Yambas juga menyampaikan sejumlah upaya Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa pada tahun ini terdapat sekitar 17 ribu penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Polewali Mandar.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil koordinasi dan sinergi yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dengan pemerintah pusat.
> “Alhamdulillah, tahun ini ada sekitar 17 ribu penerima PIP di Polewali Mandar. Ini semua dilakukan untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan dukungan dalam hal pendidikan,” ungkapnya.
Selain PIP, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar juga menyiapkan perhatian lebih bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Pada tahun anggaran 2027, pemerintah daerah akan mengalokasikan program beasiswa bagi masyarakat kurang mampu sebagai bagian dari upaya memperkuat akses pendidikan.
Bersama Tekan Angka Anak Tidak Sekolah
H. Arifin Yambas juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan Provinsi dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan anak putus sekolah.
Upaya tersebut dilakukan melalui pendataan, verifikasi, serta intervensi bersama antara pemerintah, satuan pendidikan dan masyarakat. Hasilnya, jumlah anak tidak sekolah di Kabupaten Polewali Mandar menunjukkan tren penurunan.
Penanganan ATS dilakukan dengan mendatangi dan melakukan pendekatan kepada keluarga, sehingga anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah dapat kembali memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan.
Menurutnya, persoalan anak tidak sekolah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari satuan pendidikan, orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga lingkungan sekitar.
> “Keberhasilan menekan angka anak tidak sekolah membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, orang tua, tokoh masyarakat hingga lingkungan sekitar,” tegasnya.
Maulid sebagai Momentum Pendidikan Karakter
Menutup penyampaiannya, H. Arifin Yambas berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Jombang dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus pendidikan karakter bagi generasi muda.
Ia mengajak para orang tua dan generasi Z menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan zaman.
> “Generasi muda harus cerdas memanfaatkan teknologi, tetapi tetap memiliki karakter dan akhlak yang baik. Inilah yang harus kita bangun bersama agar generasi Polman ke depan menjadi generasi yang cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia.”
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun generasi Polewali Mandar yang unggul dalam pendidikan, bijak dalam memanfaatkan teknologi, serta kokoh dalam karakter dan akhlak.
#PolmanLebihBaik #PolewaliMandar #DinasPendidikanPolman #MaulidNabi #GenerasiZ #CintaRasul #AkhlakMulia #EraDigital #PendidikanPolman #AnakTidakSekolah #PIP #PendidikanUntukSemua #GenerasiPolman
Kegiatan Terbaru
Kepala Dinas Pendidikan Polman Hadiri Maulid Nabi di Dusun Jombang, Ajak Generasi Z Perkuat Akhlak di Era Digital...
WONOMULYO — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Sos., MM., menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Nurul Amin, Dusun Jombang, Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.Dalam kesempatan tersebut, H. Arifin Yambas menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Dusun Jombang yang telah melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, peringatan Maulid tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneladani akhlak dan kehidupan Rasulullah SAW.> “Peringatan Maulid ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagaimana kita mengambil keteladanan dari Rasulullah SAW. Semoga melalui peringatan ini kita semakin memahami akhlak beliau dan mampu mengamalkan ajaran beliau dalam kehidupan kita,” ujarnya.Ia juga menilai tema yang diangkat panitia, “Generasi Z Cinta Rasul, Berakhlak Mulia di Era Digital”, sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini.Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah memberikan banyak manfaat, terutama dalam membuka akses informasi dan menunjang proses pembelajaran. Namun, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan akhlak.> “Tema ini sangat relevan dengan kondisi sekarang. Kita tahu bahwa perkembangan teknologi semakin pesat dan memberikan banyak manfaat. Tetapi yang paling penting, kemajuan teknologi harus dibarengi dengan akhlak yang semakin baik,” katanya.Orang Tua dan Sekolah Diminta Awasi Penggunaan HPAtas nama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan telepon seluler atau HP, khususnya bagi peserta didik.Ia menekankan agar teknologi benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan dan perkembangan anak, bukan menjadi sumber paparan informasi yang tidak sesuai dengan usia.Karena itu, ia mengajak para orang tua dan pihak sekolah untuk bersama-sama mengawasi penggunaan perangkat digital oleh anak-anak.> “Kalau tidak ada hubungannya dengan proses pembelajaran, penggunaan HP dapat dibatasi dan dikontrol. Ini penting agar anak-anak kita tidak mendapatkan informasi yang kurang baik,” jelasnya.Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar di bawah kepemimpinan Bupati H. Samsul Mahmud juga memberikan perhatian terhadap penggunaan telepon seluler di lingkungan pendidikan melalui kebijakan Surat Edaran tentang Pengaturan dan Pembatasan Penggunaan Telepon Seluler di Satuan Pendidikan.Sekitar 17 Ribu Siswa Polman Terima PIPDalam kesempatan tersebut, H. Arifin Yambas juga menyampaikan sejumlah upaya Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat.Ia menyebutkan bahwa pada tahun ini terdapat sekitar 17 ribu penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Polewali Mandar.Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil koordinasi dan sinergi yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dengan pemerintah pusat.> “Alhamdulillah, tahun ini ada sekitar 17 ribu penerima PIP di Polewali Mandar. Ini semua dilakukan untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan dukungan dalam hal pendidikan,” ungkapnya.Selain PIP, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar juga menyiapkan perhatian lebih bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Pada tahun anggaran 2027, pemerintah daerah akan mengalokasikan program beasiswa bagi masyarakat kurang mampu sebagai bagian dari upaya memperkuat akses pendidikan.Bersama Tekan Angka Anak Tidak SekolahH. Arifin Yambas juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan Provinsi dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan anak putus sekolah.Upaya tersebut dilakukan melalui pendataan, verifikasi, serta intervensi bersama antara pemerintah, satuan pendidikan dan masyarakat. Hasilnya, jumlah anak tidak sekolah di Kabupaten Polewali Mandar menunjukkan tren penurunan.Penanganan ATS dilakukan dengan mendatangi dan melakukan pendekatan kepada keluarga, sehingga anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah dapat kembali memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan.Menurutnya, persoalan anak tidak sekolah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari satuan pendidikan, orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga lingkungan sekitar.> “Keberhasilan menekan angka anak tidak sekolah membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, orang tua, tokoh masyarakat hingga lingkungan sekitar,” tegasnya.Maulid sebagai Momentum Pendidikan KarakterMenutup penyampaiannya, H. Arifin Yambas berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Jombang dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus pendidikan karakter bagi generasi muda.Ia mengajak para orang tua dan generasi Z menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan zaman.> “Generasi muda harus cerdas memanfaatkan teknologi, tetapi tetap memiliki karakter dan akhlak yang baik. Inilah yang harus kita bangun bersama agar generasi Polman ke depan menjadi generasi yang cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia.”Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun generasi Polewali Mandar yang unggul dalam pendidikan, bijak dalam memanfaatkan teknologi, serta kokoh dalam karakter dan akhlak.#PolmanLebihBaik #PolewaliMandar #DinasPendidikanPolman #MaulidNabi #GenerasiZ #CintaRasul #AkhlakMulia #EraDigital #PendidikanPolman #AnakTidakSekolah #PIP #PendidikanUntukSemua #GenerasiPolman...
Selengkapnya...
Kadis Pendidikan Polewali Mandar Dorong Penguatan Peran Ketua Mabigus dalam Implementasi Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025...
BULO, POLEWALI MANDAR — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Sos., M.M., mengikuti sekaligus memberikan materi pada kegiatan Orientasi Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) yang diselenggarakan oleh Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Bulo, Sabtu, 26 September 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Sabura, Kecamatan Bulo.Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan kapasitas Majelis Pembimbing Gugus Depan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai unsur pembimbing, pendukung, dan pengarah penyelenggaraan pendidikan kepramukaan di satuan pendidikan.Dalam kegiatan tersebut, H. Arifin Yambas menyampaikan materi bertajuk “Peran Ketua Mabigus dalam Implementasi Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025: Penguatan Tata Kelola Gugus Depan dan Penyelenggaraan Ekstrakurikuler Kepramukaan di Satuan Pendidikan.” Materi tersebut disampaikan dalam rangka Kursus Orientasi Majelis Pembimbing Gugus Depan Tahun 2026 di Kabupaten Polewali Mandar. Pramuka sebagai bagian penting pendidikan karakterDalam paparannya, H. Arifin Yambas menekankan pentingnya memahami arah baru penyelenggaraan ekstrakurikuler kepramukaan berdasarkan regulasi terbaru. Materi mencantumkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, Edaran Kwarnas Nomor 0015-00-D, serta Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 sebagai landasan penyelenggaraan Gerakan Pramuka. Menurut materi yang disampaikan, terdapat tiga substansi utama yang perlu menjadi perhatian satuan pendidikan, yaitu kewajiban sekolah menyediakan layanan ekstrakurikuler kepramukaan, hak peserta didik untuk memilih kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat dan bakat, serta penguatan pendidikan karakter melalui metode kepramukaan. Pramuka tidak hanya dipandang sebagai aktivitas ekstrakurikuler, tetapi juga sebagai salah satu wahana untuk membentuk karakter peserta didik melalui pengamalan Satya dan Dasadarma, pembiasaan perilaku positif, serta kegiatan pembelajaran di luar ruang.Ketua Mabigus memiliki posisi strategisH. Arifin Yambas juga menjelaskan posisi strategis Kepala Sekolah sebagai ex-officio Ketua Mabigus. Ketua Mabigus memiliki peran dalam memberikan keteladanan moral, mengarahkan organisasi, memastikan legalitas kegiatan, sekaligus menjamin dukungan fasilitas bagi pelaksanaan kegiatan kepramukaan di sekolah. Dalam penguatan tata kelola Gugus Depan, terdapat empat peran strategis Ketua Mabigus yang menjadi perhatian, yakni bimbingan operasional, dukungan finansial, penyediaan sarana dan prasarana, serta pengawasan dan evaluasi.Ketua Mabigus diarahkan untuk terlibat dalam penyusunan rencana kerja Gugus Depan, mendukung penganggaran kegiatan, memfasilitasi kebutuhan sanggar dan perlengkapan kepramukaan, serta memastikan kegiatan berjalan secara aman, teratur, dan sesuai standar keselamatan. Penguatan pembina menjadi perhatianSelain tata kelola, pengembangan sumber daya manusia pembina Pramuka juga menjadi bagian penting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.Sekolah diharapkan melakukan pemetaan guru yang memiliki potensi menjadi pembina Gugus Depan, memberikan dukungan untuk mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) maupun Kursus Mahir Lanjutan (KML), mendukung pencapaian kualifikasi pembina, serta melakukan supervisi terhadap pelaksanaan latihan kepramukaan secara berkala. Menurut materi kegiatan, penguatan Pramuka di sekolah juga diarahkan pada pembentukan karakter melalui pengamalan Satya dan Dasadarma, penerapan tujuh kebiasaan anak hebat, serta metode outdoor learning yang dapat melatih kepemimpinan dan ketangguhan peserta didik. Sinergi sekolah, Kwarcab dan satuan pendidikanDalam konteks Kabupaten Polewali Mandar, penguatan Gugus Depan juga membutuhkan sinergi antara satuan pendidikan dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Polewali Mandar.Materi yang disampaikan mendorong satuan pendidikan untuk memperbarui data pangkalan Gugus Depan dan keanggotaan secara berkala, meningkatkan kelayakan administrasi dan manajemen pangkalan, serta aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kepramukaan seperti Karang Pamitran, Jambore Ranting, dan Raimuna. Untuk memastikan implementasi berjalan konkret, Ketua Mabigus juga didorong melakukan langkah-langkah mulai dari penerbitan SK struktur Mabigus dan Pembina Gudep, penyusunan program kerja dan RAB, sosialisasi kegiatan Pramuka kepada peserta didik, hingga monitoring dan evaluasi latihan secara berkala.Menuju Pramuka Polewali Mandar yang unggul dan berkarakterKegiatan Orientasi Mabigus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Bulo menjadi ruang penguatan kapasitas para pembina dan pengelola Gugus Depan agar penyelenggaraan pendidikan kepramukaan di satuan pendidikan semakin terarah.Melalui penguatan peran Mabigus, dukungan pembiayaan dan sarana prasarana, peningkatan kompetensi pembina, serta sinergi dengan Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting, Gerakan Pramuka diharapkan semakin mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembentukan karakter peserta didik di Kabupaten Polewali Mandar.Materi kegiatan menegaskan cita-cita untuk “Mewujudkan Pramuka Polewali Mandar Unggul & Berkarakter”, dengan semangat “Satu Pramuka untuk Satu Indonesia — Mencetak Generasi Tangguh Berakhlak Mulia.”Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan H. Arifin Yambas menyampaikan materi di hadapan peserta orientasi, serta kebersamaan peserta dalam balutan seragam Pramuka sebagai bagian dari semangat penguatan Gerakan Pramuka di Kabupaten Polewali Mandar.Salam Pramuka!#DinasPendidikanPolewaliMandar#PolmanLebihBaik#PolewaliMandar#GerakanPramuka#PramukaPolewaliMandar#KwarcabPolewaliMandar#KwaranBulo#Mabigus#OrientasiMabigus#PendidikanKarakter#Permendikdasmen132025#PendidikanPolewaliMandar#PramukaBerkarakter#GenerasiTangguh#SalamPramuka...
Selengkapnya...
MGMP PAI SMP Polewali Mandar Perkuat Sinergi Guru dan Dinas Pendidikan melalui Sosialisasi Asesmen Moderasi Beragama...
Polewali Mandar, 26 September 2026 — Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMP se-Kabupaten Polewali Mandar menggelar kegiatan silaturahmi dan sosialisasi Asesmen Moderasi Beragama, Sabtu (26/9/2026), bertempat di SMP Negeri 2 Wonomulyo.Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, koordinasi, dan sinergi antara guru Pendidikan Agama Islam, MGMP, satuan pendidikan, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar hadir memenuhi undangan MGMP PAI SMP sekaligus memberikan sambutan dan berdialog dengan para guru PAI yang mengikuti kegiatan tersebut.Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar Bapak H. Arifin Yambas, S.Sos., MM., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pengurus MGMP PAI SMP Kabupaten Polewali Mandar yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.“Kegiatan seperti ini memiliki arti penting, bukan hanya sebagai forum pertemuan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan, meningkatkan koordinasi antara guru PAI dan Dinas Pendidikan, menyamakan persepsi dalam pelaksanaan program pendidikan, serta meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru,” ungkapnya.Menurutnya, MGMP merupakan wadah strategis bagi guru untuk saling berbagi pengalaman, mendiskusikan berbagai persoalan pembelajaran, mengembangkan perangkat ajar, serta merumuskan solusi terhadap berbagai tantangan pendidikan yang terus berkembang.Guru PAI Memiliki Peran Penting dalam Pembentukan KarakterDalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan juga menekankan pentingnya peran guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter peserta didik.Guru PAI, menurutnya, tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menanamkan nilai-nilai akhlak, kejujuran, tanggung jawab, toleransi, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.Terlebih di tengah perkembangan teknologi informasi dan arus globalisasi yang semakin cepat, peserta didik menghadapi berbagai informasi, pandangan, dan pengaruh yang tidak semuanya sejalan dengan nilai agama maupun budaya bangsa.Karena itu, guru PAI dituntut mampu menjadi pendidik, pembimbing, teladan, sekaligus pengarah bagi peserta didik.“Keteladanan guru sering kali lebih kuat pengaruhnya daripada nasihat yang panjang. Apa yang dilihat, dirasakan, dan dialami oleh peserta didik dari sikap gurunya akan membekas dalam proses pembentukan kepribadian mereka,” ujarnya.Ia juga mendorong agar pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat menghadirkan suasana yang mencerahkan, membimbing, memperkuat persaudaraan, serta mendorong peserta didik menjadi pribadi yang baik secara spiritual maupun sosial.Moderasi Beragama Relevan dengan Tantangan PendidikanSalah satu agenda utama kegiatan adalah sosialisasi Asesmen Moderasi Beragama. Materi ini dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan dalam membangun karakter peserta didik di tengah keberagaman masyarakat.Dalam sambutannya dijelaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti mengurangi ajaran agama, mencampuradukkan keyakinan, ataupun menghilangkan prinsip-prinsip agama.Moderasi beragama dipahami sebagai upaya memahami dan mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, sekaligus menghargai kemajemukan dalam kehidupan bermasyarakat.Nilai-nilai tersebut antara lain diwujudkan melalui sikap menghargai perbedaan, menolak kekerasan, menjunjung keadilan, menjaga komitmen kebangsaan, membangun toleransi, serta mengedepankan musyawarah dan persaudaraan.Sekolah dinilai memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut melalui pembelajaran PAI, kegiatan keagamaan, keteladanan guru, dan budaya sekolah.Dengan demikian, keberagamaan diharapkan tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku yang menghadirkan kedamaian, kasih sayang, persaudaraan, dan kemaslahatan.Asesmen Moderasi Beragama juga diharapkan tidak sekadar dipandang sebagai kegiatan pengukuran atau penilaian, tetapi menjadi instrumen untuk melihat sejauh mana nilai-nilai moderasi telah tumbuh dalam diri peserta didik dan lingkungan pendidikan.Dorong Guru Terus BerinovasiKepala Dinas Pendidikan berharap kegiatan MGMP tersebut dapat menghasilkan sejumlah langkah konkret.Pertama, terbangunnya komunikasi dan sinergi yang semakin baik antara Dinas Pendidikan, MGMP, sekolah, dan guru PAI.Kedua, meningkatnya pemahaman guru mengenai konsep, tujuan, dan pelaksanaan Asesmen Moderasi Beragama.Ketiga, lahirnya berbagai gagasan inovatif dalam pembelajaran PAI yang sesuai dengan perkembangan zaman, namun tetap berlandaskan nilai-nilai Islam dan karakter kebangsaan.Keempat, semakin kuatnya komitmen bersama untuk menjadikan sekolah sebagai ruang pendidikan yang aman, inklusif, religius, dan menghargai keberagaman.Ia juga mengajak seluruh guru PAI untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat literasi digital, memperkaya metode pembelajaran, serta membangun kolaborasi.“Guru tidak boleh berhenti belajar, karena peserta didik yang kita hadapi terus berubah, sementara tantangan pendidikan semakin kompleks,” pesannya.Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan sekaligus membangun komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar.Melalui MGMP PAI, diharapkan lahir kesamaan pemahaman, kerja sama yang semakin erat, serta langkah-langkah nyata dalam membentuk generasi Polewali Mandar yang beriman, berakhlak mulia, moderat, toleran, berkarakter, dan cinta tanah air.#MGMPPAI #MGMPPAISMP #PendidikanAgamaIslam #ModerasiBeragama #AsesmenModerasiBeragama #DinasPendidikanPolewaliMandar #PendidikanPolewaliMandar #GuruPAI #GuruProfesional #PenguatanKarakter #PendidikanBerkarakter #SekolahInklusif #LiterasiDigital #PolewaliMandar #Wonomulyo #PolmanLebihBaik #DisdikPolman...
Selengkapnya...
Tim Putri GSI Polewali Mandar, Juara Pertama Tingkat Provinsi Sulawesi Barat...
Polewali Mandar — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan para pelajar Kabupaten Polewali Mandar. Tim Putri Gala Siswa Indonesia (GSI) Polewali Mandar berhasil meraih Juara Pertama GSI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat 2026 setelah tampil gemilang menghadapi tim Kabupaten Majene.Dalam pertandingan final yang berlangsung di Kabupaten Majene, Tim Putri GSI Polewali Mandar tampil dominan dan berhasil menaklukkan Majene dengan skor telak 7–0. Hasil tersebut mengantarkan Polewali Mandar menjadi juara pertama GSI Putri Tingkat Provinsi Sulawesi Barat.Kemenangan ini menjadi bukti kerja keras, kedisiplinan, semangat juang, serta kekompakan para pemain, pelatih, pendamping, dan seluruh tim yang telah mempersiapkan kontingen Polewali Mandar.Dengan hasil tersebut, Tim Putri GSI Polewali Mandar berhasil membawa nama Kabupaten Polewali Mandar ke puncak prestasi olahraga pelajar tingkat Provinsi Sulawesi Barat.Keberhasilan ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan Kabupaten Polewali Mandar. Para pemain diharapkan terus menjaga semangat, sportivitas, disiplin, dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi tahapan kompetisi selanjutnya.Selamat dan sukses untuk Tim Putri GSI Polewali Mandar! Polewali Mandar Juara! ????????????? GSI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat 2026 ???? Juara 1: Polewali Mandar ? Polewali Mandar 7 – 0 Majene #GSI2026 #GalaSiswaIndonesia #GSISulawesiBarat #GSIPolewaliMandar #PolewaliMandarJuara #TimPutriGSI #PelajarBerprestasi #OlahragaPelajar #PendidikanPolewaliMandar #SulawesiBarat #PolmanJuara #BanggaPolman #Juara1...
Selengkapnya...
