Kepala Dinas Pendidikan Polman Dorong SMP Negeri 4 Polewali Perkuat Transformasi Digital Pendidikan
07 Oct 2026 Berita
POLEWALI MANDAR — Program Membangun Ekosistem Digitalisasi Terintegrasi kembali dilaksanakan di SMP Negeri 4 Polewali, Rabu, 7 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital di satuan pendidikan sekaligus memperkuat profesionalisme guru dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Sos., MM., yang sekaligus memberikan sambutan dan arahan kepada jajaran sekolah, guru, serta tenaga kependidikan. Kehadiran Kepala Dinas merupakan tindak lanjut dari undangan Kepala SMP Negeri 4 Polewali untuk membuka kegiatan program Membangun Ekosistem Digitalisasi Terintegrasi.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan tidak boleh berhenti pada penggunaan perangkat maupun aplikasi. Lebih dari itu, digitalisasi harus mampu mengubah pola kerja sekolah menjadi lebih profesional, terukur, adaptif, dan berbasis data.
Menurutnya, teknologi harus hadir sebagai instrumen yang membantu guru dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, mendokumentasikan aktivitas, memantau perkembangan peserta didik, melakukan evaluasi, serta menentukan langkah perbaikan. Dengan demikian, sistem digital tidak menjadi tambahan beban administratif, tetapi menjadi alat bantu untuk memperkuat kinerja profesional guru.
Kepala Dinas juga mengajak seluruh guru untuk membangun budaya kerja yang dimulai dari proses, dokumentasi data, membaca hasil, evaluasi, hingga perbaikan. Data yang dihasilkan sekolah diharapkan tidak sekadar menjadi bahan laporan, tetapi dapat memberikan gambaran nyata mengenai kehadiran, keterlibatan peserta didik, perkembangan pembelajaran, serta aktivitas profesional guru.
Lebih jauh, transformasi digital diharapkan melahirkan guru yang semakin kreatif, inovatif, adaptif, dan transformatif. Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari banyaknya guru yang menggunakan sistem digital, tetapi dari dampaknya terhadap kualitas pembelajaran, keterlibatan peserta didik, serta kemampuan sekolah melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
H. Arifin Yambas juga menekankan pentingnya membangun budaya pemanfaatan data yang positif. Data bukan instrumen untuk mencari kesalahan atau menghakimi guru, melainkan menjadi dasar untuk mengetahui praktik baik, menemukan kesulitan lebih awal, memberikan pendampingan, serta mengembangkan inovasi yang dapat diterapkan di sekolah lain.
Dari sisi pengelolaan pendidikan, sistem digital juga diharapkan mampu memperkuat monitoring dan pembinaan oleh Dinas Pendidikan. Dengan data yang tersedia secara lebih cepat, proses perkembangan sekolah dapat dipantau, berbagai persoalan dapat dideteksi lebih awal, dan intervensi dapat dilakukan secara lebih tepat berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Polewali, Bapak Kamal, dalam sepatah katanya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Dinas Pendidikan serta dukungan terhadap pelaksanaan program digitalisasi di sekolah. Ia menegaskan pentingnya kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses belajar bersama dan upaya sekolah untuk terus beradaptasi dengan tuntutan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.
Bagi SMP Negeri 4 Polewali, kegiatan ini bukan sekadar pengenalan teknologi, tetapi menjadi momentum untuk membangun komitmen bersama seluruh warga sekolah agar pemanfaatan teknologi benar-benar memberikan dampak terhadap proses pembelajaran dan tata kelola sekolah.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi guru untuk memperkuat kompetensi, berbagi pengalaman, mengevaluasi praktik yang telah berjalan, sekaligus mencari solusi terhadap berbagai tantangan dalam penerapan digitalisasi di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan berharap SMP Negeri 4 Polewali dapat menjadi salah satu contoh dan ruang pembelajaran dalam pengembangan transformasi digital pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar. Sekolah didorong untuk berani mencoba, mengevaluasi, menyempurnakan, dan membagikan praktik baik yang dihasilkan kepada satuan pendidikan lainnya.
Pada akhirnya, transformasi digital pendidikan diarahkan bukan semata-mata untuk membangun sistem teknologi, tetapi untuk membangun budaya kerja baru, memperkuat profesionalisme guru, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menghadirkan tata kelola pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan zaman.
#DinasPendidikanPolman
#PolewaliMandar
#SMPNegeri4Polewali
#DigitalisasiPendidikan
#EkosistemDigitalisasi
#TransformasiDigital
#GuruProfesional
#GuruBelajar
#SekolahDigital
#PendidikanBerkualitas
#PembelajaranBerbasisData
#TransformasiPendidikan
#KurikulumMerdeka
#PolmanLebih Baik
Kegiatan Terbaru
Kepala Dinas Pendidikan Polman Dorong SMP Negeri 4 Polewali Perkuat Transformasi Digital Pendidikan...
POLEWALI MANDAR — Program Membangun Ekosistem Digitalisasi Terintegrasi kembali dilaksanakan di SMP Negeri 4 Polewali, Rabu, 7 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital di satuan pendidikan sekaligus memperkuat profesionalisme guru dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Sos., MM., yang sekaligus memberikan sambutan dan arahan kepada jajaran sekolah, guru, serta tenaga kependidikan. Kehadiran Kepala Dinas merupakan tindak lanjut dari undangan Kepala SMP Negeri 4 Polewali untuk membuka kegiatan program Membangun Ekosistem Digitalisasi Terintegrasi. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan tidak boleh berhenti pada penggunaan perangkat maupun aplikasi. Lebih dari itu, digitalisasi harus mampu mengubah pola kerja sekolah menjadi lebih profesional, terukur, adaptif, dan berbasis data.Menurutnya, teknologi harus hadir sebagai instrumen yang membantu guru dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran, mendokumentasikan aktivitas, memantau perkembangan peserta didik, melakukan evaluasi, serta menentukan langkah perbaikan. Dengan demikian, sistem digital tidak menjadi tambahan beban administratif, tetapi menjadi alat bantu untuk memperkuat kinerja profesional guru. Kepala Dinas juga mengajak seluruh guru untuk membangun budaya kerja yang dimulai dari proses, dokumentasi data, membaca hasil, evaluasi, hingga perbaikan. Data yang dihasilkan sekolah diharapkan tidak sekadar menjadi bahan laporan, tetapi dapat memberikan gambaran nyata mengenai kehadiran, keterlibatan peserta didik, perkembangan pembelajaran, serta aktivitas profesional guru. Lebih jauh, transformasi digital diharapkan melahirkan guru yang semakin kreatif, inovatif, adaptif, dan transformatif. Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari banyaknya guru yang menggunakan sistem digital, tetapi dari dampaknya terhadap kualitas pembelajaran, keterlibatan peserta didik, serta kemampuan sekolah melakukan perbaikan secara berkelanjutan. H. Arifin Yambas juga menekankan pentingnya membangun budaya pemanfaatan data yang positif. Data bukan instrumen untuk mencari kesalahan atau menghakimi guru, melainkan menjadi dasar untuk mengetahui praktik baik, menemukan kesulitan lebih awal, memberikan pendampingan, serta mengembangkan inovasi yang dapat diterapkan di sekolah lain. Dari sisi pengelolaan pendidikan, sistem digital juga diharapkan mampu memperkuat monitoring dan pembinaan oleh Dinas Pendidikan. Dengan data yang tersedia secara lebih cepat, proses perkembangan sekolah dapat dipantau, berbagai persoalan dapat dideteksi lebih awal, dan intervensi dapat dilakukan secara lebih tepat berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Polewali, Bapak Kamal, dalam sepatah katanya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Dinas Pendidikan serta dukungan terhadap pelaksanaan program digitalisasi di sekolah. Ia menegaskan pentingnya kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses belajar bersama dan upaya sekolah untuk terus beradaptasi dengan tuntutan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.Bagi SMP Negeri 4 Polewali, kegiatan ini bukan sekadar pengenalan teknologi, tetapi menjadi momentum untuk membangun komitmen bersama seluruh warga sekolah agar pemanfaatan teknologi benar-benar memberikan dampak terhadap proses pembelajaran dan tata kelola sekolah.Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi guru untuk memperkuat kompetensi, berbagi pengalaman, mengevaluasi praktik yang telah berjalan, sekaligus mencari solusi terhadap berbagai tantangan dalam penerapan digitalisasi di sekolah.Kepala Dinas Pendidikan berharap SMP Negeri 4 Polewali dapat menjadi salah satu contoh dan ruang pembelajaran dalam pengembangan transformasi digital pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar. Sekolah didorong untuk berani mencoba, mengevaluasi, menyempurnakan, dan membagikan praktik baik yang dihasilkan kepada satuan pendidikan lainnya. Pada akhirnya, transformasi digital pendidikan diarahkan bukan semata-mata untuk membangun sistem teknologi, tetapi untuk membangun budaya kerja baru, memperkuat profesionalisme guru, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menghadirkan tata kelola pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan zaman. #DinasPendidikanPolman#PolewaliMandar#SMPNegeri4Polewali#DigitalisasiPendidikan#EkosistemDigitalisasi#TransformasiDigital#GuruProfesional#GuruBelajar#SekolahDigital#PendidikanBerkualitas#PembelajaranBerbasisData#TransformasiPendidikan#KurikulumMerdeka#PolmanLebih Baik...
Selengkapnya...
Kepala Dinas Pendidikan Polman Dorong Guru Manfaatkan Digitalisasi untuk Perkuat Mutu Pembelajaran...
POLEWALI MANDAR — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Sos., MM., menghadiri kegiatan Hari Belajar Guru melalui Komunitas Belajar (Kombel) “Sipakatau” di SD Negeri 066 Pekkabata.Kegiatan tersebut mengangkat tema “Membangun Ekosistem Digitalisasi Terintegrasi”, sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan kompetensi guru sekaligus membangun budaya kerja pendidikan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan memberikan apresiasi atas inisiatif satuan pendidikan dan guru dalam mengembangkan ekosistem digital di lingkungan sekolah. Menurutnya, digitalisasi pendidikan tidak boleh dimaknai sebatas penggunaan perangkat, aplikasi, maupun jaringan internet, tetapi harus membawa perubahan pada cara guru bekerja, mengelola pembelajaran, memberikan pelayanan, serta mengambil keputusan berdasarkan data. Ia menekankan bahwa teknologi harus menjadi alat bantu bagi guru, bukan justru menjadi beban tambahan. Pemanfaatan sistem digital diharapkan mampu membantu guru mendokumentasikan proses pembelajaran, melihat perkembangan peserta didik, melakukan evaluasi, serta menentukan langkah perbaikan secara lebih terukur. Lebih lanjut, Kepala Dinas berharap tumbuh karakter guru yang kreatif, inovatif, adaptif, dan transformatif. Keberhasilan digitalisasi, menurutnya, bukan semata-mata diukur dari jumlah pengguna aplikasi atau banyaknya data yang terkumpul, tetapi dari sejauh mana teknologi benar-benar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, keaktifan peserta didik, dan kemampuan sekolah melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Kepala Dinas juga mengingatkan bahwa data yang dihasilkan dari sistem digital bukan untuk mencari kesalahan atau menghakimi guru. Sebaliknya, data harus menjadi instrumen untuk mendorong pengembangan profesional guru, menemukan praktik baik, memberikan pendampingan, serta mendokumentasikan inovasi sekolah agar dapat direplikasi. Dalam konteks pengelolaan pendidikan, pemanfaatan data juga diharapkan mampu memperkuat pola monitoring dan pembinaan Dinas Pendidikan. Dengan tersedianya data secara lebih cepat, berbagai persoalan dapat dikenali lebih awal sehingga intervensi dan pengambilan kebijakan dapat dilakukan secara lebih tepat. Sementara itu, Kepala SD Negeri 066 Pekkabata dalam sepatah katanya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Belajar Guru melalui Kombel “Sipakatau”. Forum tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk terus belajar, berbagi pengalaman, meningkatkan kompetensi, dan bersama-sama membangun ekosistem pembelajaran yang semakin baik.Melalui Kombel “Sipakatau”, semangat kolaborasi antarpendidik diharapkan terus tumbuh. Guru tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan peserta didik serta perkembangan zaman.Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa digitalisasi pendidikan harus bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru. Sebagaimana ditekankan dalam sambutan Kepala Dinas, teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi pengungkit agar guru dapat bekerja lebih efektif dan memahami kebutuhan peserta didik dengan lebih baik. Dengan semangat Kombel Sipakatau, SD Negeri 066 Pekkabata diharapkan terus menjadi ruang belajar bersama bagi para guru, tempat berbagi praktik baik, berinovasi, dan membangun budaya mutu pendidikan secara berkelanjutan.#DinasPendidikanPolman#PolewaliMandar#SDNegeri066Pekkabata#HariBelajarGuru#KombelSipakatau#DigitalisasiPendidikan#EkosistemDigitalisasi#GuruBelajar#GuruProfesional#TransformasiPendidikan#PendidikanBerkualitas#SekolahDigital#MerdekaBelajar#PolmanLebihBaik...
Selengkapnya...
Dinas Pendidikan Polewali Mandar dan Tim Harmonisasi Assami Rumuskan Langkah Strategis Penanganan ATS...
Polewali Mandar — Sebagai tindak lanjut program penanganan Angka Tidak Sekolah (ATS), Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar bersama Tim Harmonisasi Assami merumuskan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat upaya memastikan anak-anak usia sekolah dapat kembali memperoleh akses pendidikan.Kegiatan tersebut berlangsung di ruang Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, Bapak Haris Syaril, bersama Tim ATS Dinas Pendidikan. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menangani persoalan anak tidak sekolah secara lebih terarah dan berkelanjutan.Dalam pembahasan, tim melakukan penguatan terhadap langkah-langkah penanganan ATS, mulai dari pemetaan dan validasi data, identifikasi kondisi anak, hingga perumusan bentuk intervensi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing anak.Penanganan ATS membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Karena itu, kolaborasi antara Dinas Pendidikan, Tim Harmonisasi Assami, satuan pendidikan, pemerintah desa/kelurahan, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi penting untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan kembali ke jalur pendidikan.Melalui koordinasi yang semakin kuat dan berbasis data, diharapkan upaya penanganan ATS di Kabupaten Polewali Mandar dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi keberlanjutan pendidikan anak.Pendidikan adalah hak setiap anak. Tidak boleh ada anak yang tertinggal dari kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan.#DinasPendidikanPolewaliMandar#PenangananATS#AngkaTidakSekolah#TimATS#HarmonisasiAssami#PendidikanUntukSemua#AnakTidakSekolah#KembaliBersekolah#PolewaliMandar#TransformasiPendidikan#KolaborasiPendidikan#TidakAdaAnakTertinggal...
Selengkapnya...
Kepala Dinas Pendidikan Polman Hadiri Maulid Nabi di Dusun Jombang, Ajak Generasi Z Perkuat Akhlak di Era Digital...
WONOMULYO — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Sos., MM., menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Nurul Amin, Dusun Jombang, Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.Dalam kesempatan tersebut, H. Arifin Yambas menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Dusun Jombang yang telah melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, peringatan Maulid tidak semestinya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneladani akhlak dan kehidupan Rasulullah SAW.> “Peringatan Maulid ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagaimana kita mengambil keteladanan dari Rasulullah SAW. Semoga melalui peringatan ini kita semakin memahami akhlak beliau dan mampu mengamalkan ajaran beliau dalam kehidupan kita,” ujarnya.Ia juga menilai tema yang diangkat panitia, “Generasi Z Cinta Rasul, Berakhlak Mulia di Era Digital”, sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini.Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah memberikan banyak manfaat, terutama dalam membuka akses informasi dan menunjang proses pembelajaran. Namun, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan akhlak.> “Tema ini sangat relevan dengan kondisi sekarang. Kita tahu bahwa perkembangan teknologi semakin pesat dan memberikan banyak manfaat. Tetapi yang paling penting, kemajuan teknologi harus dibarengi dengan akhlak yang semakin baik,” katanya.Orang Tua dan Sekolah Diminta Awasi Penggunaan HPAtas nama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan telepon seluler atau HP, khususnya bagi peserta didik.Ia menekankan agar teknologi benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan dan perkembangan anak, bukan menjadi sumber paparan informasi yang tidak sesuai dengan usia.Karena itu, ia mengajak para orang tua dan pihak sekolah untuk bersama-sama mengawasi penggunaan perangkat digital oleh anak-anak.> “Kalau tidak ada hubungannya dengan proses pembelajaran, penggunaan HP dapat dibatasi dan dikontrol. Ini penting agar anak-anak kita tidak mendapatkan informasi yang kurang baik,” jelasnya.Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar di bawah kepemimpinan Bupati H. Samsul Mahmud juga memberikan perhatian terhadap penggunaan telepon seluler di lingkungan pendidikan melalui kebijakan Surat Edaran tentang Pengaturan dan Pembatasan Penggunaan Telepon Seluler di Satuan Pendidikan.Sekitar 17 Ribu Siswa Polman Terima PIPDalam kesempatan tersebut, H. Arifin Yambas juga menyampaikan sejumlah upaya Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dalam memperkuat akses pendidikan bagi masyarakat.Ia menyebutkan bahwa pada tahun ini terdapat sekitar 17 ribu penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Polewali Mandar.Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil koordinasi dan sinergi yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dengan pemerintah pusat.> “Alhamdulillah, tahun ini ada sekitar 17 ribu penerima PIP di Polewali Mandar. Ini semua dilakukan untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan dukungan dalam hal pendidikan,” ungkapnya.Selain PIP, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar juga menyiapkan perhatian lebih bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Pada tahun anggaran 2027, pemerintah daerah akan mengalokasikan program beasiswa bagi masyarakat kurang mampu sebagai bagian dari upaya memperkuat akses pendidikan.Bersama Tekan Angka Anak Tidak SekolahH. Arifin Yambas juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan Provinsi dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan anak putus sekolah.Upaya tersebut dilakukan melalui pendataan, verifikasi, serta intervensi bersama antara pemerintah, satuan pendidikan dan masyarakat. Hasilnya, jumlah anak tidak sekolah di Kabupaten Polewali Mandar menunjukkan tren penurunan.Penanganan ATS dilakukan dengan mendatangi dan melakukan pendekatan kepada keluarga, sehingga anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah dapat kembali memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan.Menurutnya, persoalan anak tidak sekolah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari satuan pendidikan, orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga lingkungan sekitar.> “Keberhasilan menekan angka anak tidak sekolah membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, orang tua, tokoh masyarakat hingga lingkungan sekitar,” tegasnya.Maulid sebagai Momentum Pendidikan KarakterMenutup penyampaiannya, H. Arifin Yambas berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Jombang dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus pendidikan karakter bagi generasi muda.Ia mengajak para orang tua dan generasi Z menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan zaman.> “Generasi muda harus cerdas memanfaatkan teknologi, tetapi tetap memiliki karakter dan akhlak yang baik. Inilah yang harus kita bangun bersama agar generasi Polman ke depan menjadi generasi yang cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia.”Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun generasi Polewali Mandar yang unggul dalam pendidikan, bijak dalam memanfaatkan teknologi, serta kokoh dalam karakter dan akhlak.#PolmanLebihBaik #PolewaliMandar #DinasPendidikanPolman #MaulidNabi #GenerasiZ #CintaRasul #AkhlakMulia #EraDigital #PendidikanPolman #AnakTidakSekolah #PIP #PendidikanUntukSemua #GenerasiPolman...
Selengkapnya...
