Maulid Nabi dan Wisuda Santri TPA Al-Amin Matakali, Momentum Menanamkan Akhlak Mulia dan Menguatkan Pendidikan Generasi Muda
08 Nov 2026 Berita
MATAKALI, POLEWALI MANDAR – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Wisuda Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al-Amin ke-XVIII Tahun 2026 berlangsung khidmat dan penuh kebahagiaan di KUD Sederhana, Kelurahan Matakali, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan yang mengusung semangat mengenal Rasulullah dengan meneladani akhlaknya serta mencintai Al-Qur’an ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pendidikan keagamaan, pembentukan karakter, dan penanaman nilai-nilai moral sejak usia dini.
Acara tersebut dihadiri Bupati Polewali Mandar yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Sos., MM., yang sekaligus menyampaikan sambutan Bupati. Turut hadir unsur pemerintah setempat, tokoh agama, pengasuh TPA Al-Amin, para ustaz dan ustazah, orang tua santri, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, atas nama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, disampaikan ucapan selamat dan penghargaan kepada seluruh santri yang diwisuda. Apresiasi juga diberikan kepada para pengasuh, ustaz dan ustazah, orang tua, serta seluruh pihak yang selama ini konsisten merawat pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Disampaikan bahwa wisuda santri bukan sekadar seremoni mengenakan pakaian kebesaran dan menerima piagam, melainkan menjadi simbol tumbuhnya harapan untuk melahirkan generasi yang mampu menjaga kehormatan agama, keluarga, dan daerahnya.
Peringatan Maulid Nabi dan wisuda santri juga diharapkan menjadi satu kesatuan tekad untuk mencintai Rasulullah SAW dengan meneladani akhlaknya serta mencintai Al-Qur’an dengan mengamalkan petunjuknya dalam kehidupan sehari-hari.
"Maulid jangan berhenti menjadi perayaan yang selesai ketika panggung dibongkar. Wisuda pun jangan menjadi pencapaian yang selesai ketika piagam diterima. Keduanya harus meninggalkan sesuatu yang hidup dalam diri kita, yaitu semangat untuk menjadi manusia yang lebih baik," demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Kepada para santri, ditekankan bahwa wisuda merupakan tanda keberhasilan menyelesaikan satu tahapan pembelajaran, bukan akhir dari kewajiban untuk terus belajar dan membaca Al-Qur’an. Para santri diharapkan menjadikan membaca Al-Qur’an sebagai kebiasaan yang terus dipelihara sepanjang kehidupan.
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula rencana Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Pendidikan untuk menerbitkan surat edaran kepada satuan pendidikan di bawah kewenangannya sebagai upaya memperkuat kemampuan baca Al-Qur’an bagi peserta didik. Salah satu kebijakan yang akan didorong adalah persyaratan bukti tamat mengaji melalui sertifikat sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan keagamaan.
Kepada para orang tua, disampaikan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada guru. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang memiliki peran penting dalam memberikan teladan, membangun kebiasaan baik, serta mendampingi tumbuh kembang anak.
Orang tua juga diajak lebih bijak dalam mendampingi penggunaan telepon seluler oleh anak. Hal ini sejalan dengan surat edaran pembatasan penggunaan telepon seluler yang sebelumnya telah diterbitkan. Penggunaan HP diharapkan lebih diarahkan pada aktivitas positif, mendukung pembelajaran, dan meningkatkan pengetahuan anak.
Lebih lanjut, disampaikan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak. Sejalan dengan salah satu program unggulan Bupati Polewali Mandar, pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh anak usia 6–12 tahun di Kabupaten Polewali Mandar dapat mengakses pendidikan dan tidak ada lagi anak yang tidak bersekolah.
Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, guru, orang tua, tokoh masyarakat, hingga lingkungan sekitar untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikannya.
Menutup sambutan, disampaikan tiga pesan utama kepada seluruh hadirin. Kepada para santri agar tidak berhenti belajar, senantiasa dekat dengan Al-Qur’an, menghormati guru, dan membahagiakan orang tua. Kepada para orang tua agar terus mendampingi anak dengan kasih sayang dan keteladanan. Sementara kepada seluruh masyarakat agar terus bergotong royong menjaga masa depan generasi melalui kepedulian terhadap pendidikan.
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Wisuda Santri TPA Al-Amin ke-XVIII ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan keagamaan tahunan, tetapi juga menjadi penguat komitmen bersama dalam membangun generasi Polewali Mandar yang religius, berakhlak mulia, cerdas, dan berkarakter.
Dengan semangat mencintai Rasulullah dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, diharapkan para santri yang diwisuda hari ini kelak tumbuh menjadi generasi yang membanggakan keluarga, bermanfaat bagi masyarakat, serta berkontribusi bagi kemajuan Polewali Mandar dan Indonesia.
#MaulidNabi1448H #WisudaSantri #TPAAlAminMatakali #PendidikanAlQuran #PendidikanKarakter #GenerasiQurani #PenguatanPendidikanKeagamaan #PendidikanPolman #DisdikPolman #PolewaliMandar #PolmanLebihBaik #PemkabPolewaliMandar
Kegiatan Terbaru
Workshop Digitalisasi Pembelajaran Ditutup, Guru Diajak Menghadirkan Perubahan Nyata di Ruang Kelas...
WONOMULYO– Workshop Digitalisasi Pembelajaran yang diselenggarakan oleh LCC PGRI Kabupaten Polewali Mandar resmi ditutup pada Minggu (8/11/2026), bertempat di Aula Merah Putih SMK YPPP Wonomulyo. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk memperkuat kompetensi digital sekaligus membangun pembelajaran yang lebih bermakna, inovatif, dan berkarakter.Penutupan kegiatan dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar sekaligus Ketua PGRI Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Sos., MM. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah workshop tidak cukup diukur dari kelancaran pelaksanaan kegiatan maupun banyaknya materi yang diterima peserta, tetapi terutama dari perubahan nyata yang dihadirkan dalam praktik pembelajaran di sekolah."Ada kegiatan yang selesai ketika acaranya ditutup. Namun, ada pula kegiatan yang justru menemukan maknanya setelah seluruh rangkaiannya berakhir. Saya berharap workshop ini termasuk yang kedua," ungkapnya.Ia mengingatkan bahwa digitalisasi pendidikan harus dimaknai sebagai pembaruan cara mendidik, bukan sekadar pergantian alat pembelajaran. Kehadiran teknologi, termasuk papan interaktif digital, hendaknya mampu menciptakan ruang belajar yang lebih partisipatif, mendorong keberanian murid untuk berpikir kritis, bertanya, mencoba, dan membangun pemahaman secara mandiri.Menurutnya, kelas yang maju bukan semata-mata kelas yang dilengkapi perangkat teknologi canggih, melainkan kelas yang mampu menghargai rasa ingin tahu, memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk berkembang, serta membangun kepercayaan diri peserta didik.Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tugas pendidikan bukan hanya memperbanyak jawaban, tetapi juga mematangkan pertanyaan. Guru perlu membiasakan murid untuk tidak sekadar mengetahui jawaban, tetapi juga memahami sumber informasi, menguji alasan, mempertimbangkan sudut pandang lain, serta memahami dampak dari setiap keputusan.Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pemanfaatan teknologi digital. Kecakapan menggunakan perangkat harus berjalan seiring dengan kejujuran, tanggung jawab, kreativitas, penghargaan terhadap karya orang lain, serta kesantunan dalam berinteraksi."Kita ingin generasi yang mampu menaklukkan kerumitan teknologi, tanpa kehilangan kesantunan dalam memperlakukan manusia," pesannya.Kepada para guru, ia mengajak agar tidak merasa malu untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Guru yang telah memiliki kemampuan digital diharapkan dapat membimbing rekan sejawatnya dengan sabar, sementara yang masih dalam proses belajar hendaknya tidak sungkan untuk mencoba.Ia menegaskan bahwa kesediaan seorang guru untuk terus belajar merupakan teladan penting bagi peserta didik. Sebab, semangat bertumbuh tidak mengenal batas usia maupun jabatan.Sebagai tindak lanjut workshop, seluruh peserta juga didorong untuk membawa pulang perubahan nyata, meskipun dimulai dari langkah sederhana. Mulai dari memperbaiki rancangan pembelajaran, memperluas kesempatan murid untuk bertanya, memanfaatkan papan interaktif secara lebih partisipatif, hingga membangun kebiasaan memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.Ia berharap PGRI terus menjadi ruang kolaborasi bagi para guru untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih baik."Pada akhirnya, yang hendak kita perjuangkan melalui digitalisasi bukanlah kemegahan perangkat, melainkan martabat manusia. Kita ingin setiap anak merasa dirinya layak didengar dan memperoleh kesempatan untuk memahami, bukan sekadar dituntut menyelesaikan," tegasnya.Menutup sambutannya, H. Arifin Yambas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran PGRI Kabupaten Polewali Mandar, PGRI Smart Learning and Character Center, para narasumber, fasilitator, pihak sekolah, panitia, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi diterapkan dan dibagikan kepada rekan sejawat di satuan pendidikan masing-masing."Semoga layar-layar di ruang kelas kita semakin terang, dan masa depan anak-anak kita pun semakin terbuka. Semoga perangkat kita semakin canggih, dan cara kita memperlakukan manusia semakin beradab," ungkapnya.Dengan mengucapkan *Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin* dan memohon ridha Allah SWT., Workshop Digitalisasi Pembelajaran secara resmi dinyatakan ditutup.**Teruslah belajar, teruslah berbagi, dan teruslah menghadirkan harapan.**#DisdikPolman #PGRIPolman #LCCPGRIPolman #DigitalisasiPembelajaran #WorkshopPendidikan #PGRISmartLearning #SmartLearningAndCharacterCenter #TransformasiPendidikan #GuruDigital #PembelajaranInovatif #PendidikanBerkarakter #PendidikanPolewaliMandar #PolmanMaju #GuruHebatIndonesiaHebat...
Selengkapnya...
Maulid Nabi dan Wisuda Santri TPA Al-Amin Matakali, Momentum Menanamkan Akhlak Mulia dan Menguatkan Pendidikan Generasi Muda...
MATAKALI, POLEWALI MANDAR – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Wisuda Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al-Amin ke-XVIII Tahun 2026 berlangsung khidmat dan penuh kebahagiaan di KUD Sederhana, Kelurahan Matakali, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (8/11/2026).Kegiatan yang mengusung semangat mengenal Rasulullah dengan meneladani akhlaknya serta mencintai Al-Qur’an ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pendidikan keagamaan, pembentukan karakter, dan penanaman nilai-nilai moral sejak usia dini.Acara tersebut dihadiri Bupati Polewali Mandar yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Sos., MM., yang sekaligus menyampaikan sambutan Bupati. Turut hadir unsur pemerintah setempat, tokoh agama, pengasuh TPA Al-Amin, para ustaz dan ustazah, orang tua santri, serta masyarakat.Dalam sambutannya, atas nama Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, disampaikan ucapan selamat dan penghargaan kepada seluruh santri yang diwisuda. Apresiasi juga diberikan kepada para pengasuh, ustaz dan ustazah, orang tua, serta seluruh pihak yang selama ini konsisten merawat pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.Disampaikan bahwa wisuda santri bukan sekadar seremoni mengenakan pakaian kebesaran dan menerima piagam, melainkan menjadi simbol tumbuhnya harapan untuk melahirkan generasi yang mampu menjaga kehormatan agama, keluarga, dan daerahnya.Peringatan Maulid Nabi dan wisuda santri juga diharapkan menjadi satu kesatuan tekad untuk mencintai Rasulullah SAW dengan meneladani akhlaknya serta mencintai Al-Qur’an dengan mengamalkan petunjuknya dalam kehidupan sehari-hari."Maulid jangan berhenti menjadi perayaan yang selesai ketika panggung dibongkar. Wisuda pun jangan menjadi pencapaian yang selesai ketika piagam diterima. Keduanya harus meninggalkan sesuatu yang hidup dalam diri kita, yaitu semangat untuk menjadi manusia yang lebih baik," demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.Kepada para santri, ditekankan bahwa wisuda merupakan tanda keberhasilan menyelesaikan satu tahapan pembelajaran, bukan akhir dari kewajiban untuk terus belajar dan membaca Al-Qur’an. Para santri diharapkan menjadikan membaca Al-Qur’an sebagai kebiasaan yang terus dipelihara sepanjang kehidupan.Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula rencana Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Pendidikan untuk menerbitkan surat edaran kepada satuan pendidikan di bawah kewenangannya sebagai upaya memperkuat kemampuan baca Al-Qur’an bagi peserta didik. Salah satu kebijakan yang akan didorong adalah persyaratan bukti tamat mengaji melalui sertifikat sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan keagamaan.Kepada para orang tua, disampaikan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak dapat sepenuhnya diserahkan kepada guru. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang memiliki peran penting dalam memberikan teladan, membangun kebiasaan baik, serta mendampingi tumbuh kembang anak.Orang tua juga diajak lebih bijak dalam mendampingi penggunaan telepon seluler oleh anak. Hal ini sejalan dengan surat edaran pembatasan penggunaan telepon seluler yang sebelumnya telah diterbitkan. Penggunaan HP diharapkan lebih diarahkan pada aktivitas positif, mendukung pembelajaran, dan meningkatkan pengetahuan anak.Lebih lanjut, disampaikan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak. Sejalan dengan salah satu program unggulan Bupati Polewali Mandar, pemerintah daerah berkomitmen memastikan seluruh anak usia 6–12 tahun di Kabupaten Polewali Mandar dapat mengakses pendidikan dan tidak ada lagi anak yang tidak bersekolah.Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari pemerintah, satuan pendidikan, guru, orang tua, tokoh masyarakat, hingga lingkungan sekitar untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikannya.Menutup sambutan, disampaikan tiga pesan utama kepada seluruh hadirin. Kepada para santri agar tidak berhenti belajar, senantiasa dekat dengan Al-Qur’an, menghormati guru, dan membahagiakan orang tua. Kepada para orang tua agar terus mendampingi anak dengan kasih sayang dan keteladanan. Sementara kepada seluruh masyarakat agar terus bergotong royong menjaga masa depan generasi melalui kepedulian terhadap pendidikan.Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Wisuda Santri TPA Al-Amin ke-XVIII ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan keagamaan tahunan, tetapi juga menjadi penguat komitmen bersama dalam membangun generasi Polewali Mandar yang religius, berakhlak mulia, cerdas, dan berkarakter. Dengan semangat mencintai Rasulullah dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, diharapkan para santri yang diwisuda hari ini kelak tumbuh menjadi generasi yang membanggakan keluarga, bermanfaat bagi masyarakat, serta berkontribusi bagi kemajuan Polewali Mandar dan Indonesia.#MaulidNabi1448H #WisudaSantri #TPAAlAminMatakali #PendidikanAlQuran #PendidikanKarakter #GenerasiQurani #PenguatanPendidikanKeagamaan #PendidikanPolman #DisdikPolman #PolewaliMandar #PolmanLebihBaik #PemkabPolewaliMandar...
Selengkapnya...
Kadis Pendidikan Polman Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah dalam Peringatan Maulid Nabi di Masjid An Nur Hadiah...
POLEWALI MANDAR – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Sos., M.Si., menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi yang diselenggarakan oleh Pengurus dan Jamaah Masjid An Nur Hadiah, Lingkungan Gaspol, Kecamatan Polewali, Sabtu (7/11/2026).Kegiatan yang berlangsung khidmat di Masjid An Nur Hadiah tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Mewujudkan Masyarakat yang Beriman, Berakhlak Mulia, dan Bersatu.” Hadir sebagai penceramah, Dr. Syaifuddin, S.Pd.I., M.Ag., Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman).Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap pengurus dan jamaah Masjid An Nur Hadiah yang telah menginisiasi pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.Menurutnya, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar pertemuan keagamaan maupun tradisi tahunan, tetapi merupakan momentum untuk menyegarkan kembali keimanan, memperbarui kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta meneguhkan komitmen dalam membangun generasi yang berilmu, beradab, dan memiliki akhlak yang kuat.Ia mengingatkan bahwa kehadiran Rasulullah SAW merupakan rahmat bagi seluruh alam sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Anbiya ayat 107:“Wa maa arsalnaaka illa rahmatan lil ‘aalamiin.”Artinya, “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.”Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW telah memberikan keteladanan luar biasa dalam mengubah masyarakat yang sebelumnya diliputi kebodohan, permusuhan, ketidakadilan, dan kerusakan akhlak menjadi masyarakat yang menjunjung tinggi persaudaraan, keadilan, ilmu pengetahuan, dan kemuliaan akhlak.Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh jamaah untuk melakukan introspeksi diri, sejauh mana nilai-nilai keteladanan Rasulullah telah diterapkan dalam kehidupan keluarga, pekerjaan, kepemimpinan, pendidikan anak-anak, maupun kehidupan sosial bermasyarakat.Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui kemeriahan peringatan Maulid dan lantunan selawat, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti kejujuran, amanah, rendah hati, kepedulian terhadap sesama, serta keteguhan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.“Cinta kepada Rasulullah SAW harus tampak dalam sikap, hidup dalam akhlak, dan melahirkan manusia yang jujur ketika tidak dilihat, amanah ketika diberi tanggung jawab, serta rendah hati ketika memiliki kelebihan,” pesannya.Pada bagian lain sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan masyarakat. Ia mengingatkan agar perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, kepentingan sesaat tidak merusak persaudaraan, serta informasi yang belum jelas kebenarannya tidak menjadi sumber perpecahan.Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat Polewali Mandar melalui semangat persaudaraan, gotong royong, saling menghormati, dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan.Mengakhiri sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini sebagai titik tolak untuk memperbaiki diri, tidak hanya dalam ucapan, tetapi juga dalam perbuatan serta menghidupkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.Ia berharap melalui momentum Maulid Nabi, masyarakat semakin memperkuat keimanan, memperkokoh persaudaraan, menjaga persatuan, dan berkontribusi dalam mewujudkan Kabupaten Polewali Mandar yang semakin maju, sejahtera, religius, berbudaya, dan penuh keberkahan.Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pengurus masjid, jamaah, serta masyarakat Lingkungan Gaspol dan sekitarnya.#MaulidNabi1448H #MaulidNabi2026 #DinasPendidikanPolman #PemkabPolewaliMandar #PolewaliMandar #MasjidAnNurHadiah #GaspolPolewali #TeladaniAkhlakRasulullah #UkhuwahIslamiyah #PenguatanKarakter #PendidikanKarakter #PolmanReligius #PolmanMaju #BerakhlakMulia...
Selengkapnya...
Kejuaraan Atletik 2026 Resmi Dibuka, PASI Polman Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi dan Berkarakter...
POLEWALI MANDAR – Semangat kompetisi, sportivitas, dan pembinaan atlet muda menjadi pesan utama dalam pembukaan Kejuaraan Atletik Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Polewali Mandar. Kejuaraan ini menjadi momentum penting dalam menjaring bibit-bibit atlet potensial sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk memajukan prestasi olahraga atletik di Bumi Tipalayo.Ketua Umum PASI Kabupaten Polewali Mandar yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, H. Arifin Yambas, S.Sos., M.Si., hadir sekaligus membuka secara resmi kejuaraan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi atletik merupakan bagian penting dari proses pembinaan olahraga yang berkelanjutan, khususnya dalam mempersiapkan generasi atlet berprestasi di masa depan.Mengawali sambutannya, H. Arifin Yambas menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus PASI, panitia pelaksana, serta semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kejuaraan tersebut.Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pelatih, orang tua, klub atletik, dan satuan pendidikan yang selama ini menunjukkan komitmen serta konsistensi dalam membina dan memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaiknya untuk mengikuti berbagai ajang kompetisi.Menurutnya, keberhasilan pembinaan atlet tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, klub olahraga, pelatih, hingga organisasi pembina cabang olahraga."Kejuaraan ini bukan sekadar mencari siapa yang tercepat, tertinggi, atau terjauh. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wadah pembinaan berjenjang, tolok ukur hasil latihan yang selama ini dijalani, sekaligus ajang silaturahmi untuk melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang kelak mampu mengharumkan nama daerah kita di tingkat nasional maupun internasional," ungkapnya.Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kompetisi harus dimaknai sebagai bagian dari proses pembentukan karakter atlet. Semangat juang, kerja keras, kedisiplinan, ketangguhan mental, dan sportivitas merupakan nilai-nilai penting yang harus terus ditanamkan kepada setiap peserta.Kepada seluruh atlet yang berlaga, Ketua PASI Polman berpesan agar menjadikan kejuaraan ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperoleh pengalaman berharga dalam perjalanan menuju prestasi yang lebih tinggi."Tunjukkan kemampuan terbaik kalian dengan penuh semangat, kerja keras, dan disiplin tinggi. Namun, yang paling utama adalah menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, menghormati keputusan juri, serta menghargai setiap lawan bertanding. Menang dan kalah merupakan hal biasa dalam kompetisi, tetapi menjaga kehormatan dan persahabatan adalah hal yang utama," pesannya.Tidak hanya kepada para atlet, H. Arifin Yambas juga memberikan penekanan khusus kepada seluruh wasit dan juri yang bertugas agar senantiasa mengedepankan profesionalisme, keadilan, kejujuran, dan integritas dalam memimpin jalannya perlombaan.Ia menegaskan bahwa kualitas sebuah kejuaraan tidak hanya ditentukan oleh capaian prestasi atlet, tetapi juga oleh penyelenggaraan pertandingan yang objektif, transparan, dan berpedoman pada ketentuan perlombaan.Kejuaraan Atletik Tahun 2026 diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem pembinaan olahraga di Kabupaten Polewali Mandar. Melalui kompetisi yang terarah dan berkesinambungan, potensi atlet muda dapat terus diidentifikasi, dikembangkan, dan dipersiapkan untuk menghadapi persaingan pada jenjang yang lebih tinggi.Selain menjadi ajang unjuk kemampuan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara atlet, pelatih, klub, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga dalam membangun prestasi atletik daerah.Dengan semangat kebersamaan, pembinaan berjenjang, dan sportivitas, PASI Kabupaten Polewali Mandar berkomitmen terus mendorong lahirnya generasi atlet yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, serta mampu menjadi kebanggaan masyarakat Polewali Mandar.#KejuaraanAtletik2026 #PASIPolman #AtletikPolewaliMandar #AtletMudaBerprestasi #SportivitasTanpaBatas #PembinaanAtlet #PrestasiOlahraga #PendidikanKarakter #DisdikbudPolman #PolmanLebihBaik #PolewaliMandar #BumiTipalayo...
Selengkapnya...
